PT Gendhis Multi Manis hadapi krisis operasional pabrik gula di Blora
Gangguan berulang di Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis di Blora, Jawa Tengah, terus menekan produksi tebu sejak pertengahan 2025 hingga kini. Krisis ini memperbesar tekanan pada petani tebu setempat setelah target produksi 2025 meleset tajam, kerugian mendekati Rp 500 miliar, dan sekitar 40.000 orang terdampak.
Sorotan
- PT Gendhis Multi Manis mengalami kerusakan boiler berulang sepanjang Mei-September 2025 sehingga produksi hanya mencapai 219.774 ton tebu dari target 400.000 ton.
- Kerugian akibat krisis operasional PT GMM mendekati Rp 500 miliar, memicu aksi protes ribuan petani dan pembahasan di Komisi IV DPR RI pada Juni 2026.
- Hingga Juni 2026, Bulog mengusulkan pergantian manajemen dan perbaikan boiler PT GMM, namun persetujuan resmi dan solusi jangka panjang masih belum terealisasi.
Krisis produksi dan respons politik di Blora
Seperti diberitakan Kompas Indeks News Indonesia, kerusakan boiler coal dan boiler bagasse terjadi secara berurutan pada Mei sampai Juni 2025, lalu kembali terulang pada September 2025 hingga memaksa penghentian total giling pada 24 September 2025. Realisasi produksi pada tahun itu hanya mencapai 219.774 ton tebu dari target 400.000 ton, atau turun hampir separuh dari rencana awal.Tekanan akibat gangguan operasional itu mendorong ribuan petani tebu berulang kali menggelar aksi protes. Puncaknya, mereka mengadakan konvoi dan mengepung alun-alun Kabupaten Blora untuk menagih janji giling, di tengah kekecewaan atas minimnya perhatian pemerintah.
Pada Selasa, 9 Juni 2026, puluhan karyawan PT GMM mendatangi Gedung DPR RI di Senayan dengan membawa data, keluhan, dan harapan agar persoalan tersebut mendapat perhatian. Mereka diterima oleh anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rina Sa'adah, yang membuka ruang rapat fraksi untuk Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora.
Dampak pada tata niaga gula dan langkah perbaikan
Kondisi di PT GMM disebut bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan mencerminkan persoalan yang lebih luas dalam tata niaga gula nasional. Berulangnya gangguan dengan dampak besar pada petani menunjukkan belum adanya intervensi kebijakan yang tuntas meski kerugian sudah mendekati Rp 500 miliar.Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, mengakui rencana perbaikan menyeluruh masih terhambat oleh kondisi keuangan perusahaan yang defisit. Karena itu, manajemen mengajukan permohonan bantuan kepada pemegang saham untuk mendukung pembenahan fasilitas utama pabrik.
Pada Januari 2026, delegasi Pemerintah Kabupaten Blora bertemu Direktur Utama Bulog dan memperoleh respons positif, meski persetujuan resmi masih berproses. Memasuki Juni 2026, Bulog mengusulkan pergantian manajemen PT GMM serta mengajukan usulan perbaikan boiler kepada pemegang saham sebagai bagian dari pembenahan tata kelola perusahaan, namun langkah itu masih dinilai sebagai solusi sementara.
Pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa menjadi fokus liputan kami sebelumnya, dengan sorotan pada defisit kontrak pasokan batu bara PLN untuk 2026 yang masih sekitar 18–20 juta ton dari kebutuhan 154 juta ton. Kami mencatat persoalan bukan hanya soal volume, tetapi juga kecocokan spesifikasi batu bara (terutama kalori menengah untuk kebutuhan blending) serta perlunya percepatan maintenance pembangkit. Pemerintah saat itu membentuk tim pengadaan batu bara khusus dan mendorong perbaikan pembangkit untuk mencegah pemadaman serupa berulang.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto