PDI-P pertanyakan wacana dukungan Prabowo-Gibran dua periode

PDI-P pertanyakan wacana dukungan Prabowo-Gibran dua periode
PDI-P pertanyakan dua periode

Perdebatan politik mengenai arah dukungan untuk pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali mengemuka di Jakarta pada Selasa, ketika PDI-P menilai pembahasan Pemilu 2029 sudah dimulai terlalu dini. Kritik itu juga menyoroti perlunya kepastian sikap Prabowo serta fokus pemerintah pada penyelesaian persoalan masyarakat saat ini.

Sorotan

  • Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus mempertanyakan dorongan PSI dan Joko Widodo untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode, menilai pembahasan Pemilu 2029 terlalu dini.
  • Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan safari politik Jokowi akan membawa pesan dukungan dua periode untuk pemerintahan Prabowo-Gibran kepada berbagai kelompok masyarakat.
  • Differences over the two-term support issue highlight early political maneuvering among coalition parties, potentially shifting focus from current socio-economic policy challenges.

Respons PDI-P atas dukungan dua periode

Seperti diberitakan KOMPAS.com, Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus mempertanyakan langkah Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia yang mulai menggaungkan dukungan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026), Deddy menyatakan pihak yang mendorong wacana tersebut seharusnya terlebih dulu memastikan apakah Prabowo memang ingin kembali maju pada Pemilu 2029 bersama Gibran.

Deddy menilai pembahasan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini. Menurut dia, pemerintah seharusnya lebih dahulu menjawab berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa, alih-alih mulai berbicara mengenai kontestasi pemilu berikutnya.

Ia juga menuding PSI sengaja mengangkat isu Prabowo-Gibran dua periode untuk menarik perhatian publik. Menurut Deddy, pola semacam itu kerap dipakai PSI untuk meningkatkan eksposur politik partai dengan menumpang pada isu yang ramai diperbincangkan.

Dampak politik bagi koalisi dan agenda pemerintahan

Wacana perpanjangan dukungan politik ini muncul setelah Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan keyakinannya bahwa Jokowi akan membawa pesan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode dalam safari politiknya ke berbagai daerah. Bestari mengatakan pesan itu sejalan dengan yang sebelumnya disampaikan Jokowi kepada PSI.

Menurut Bestari, safari politik tersebut menjadi bentuk perhatian Jokowi terhadap PSI, dengan agenda pertemuan bersama struktur partai dan berbagai kelompok masyarakat di sejumlah daerah. Sebelumnya, Jokowi juga mengakui telah meminta para relawannya untuk mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode, sebagaimana disampaikannya di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (19/9/2025).

Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa isu kesinambungan kekuasaan sudah mulai menjadi bahan manuver antarkelompok politik, meski pemilu berikutnya masih beberapa tahun lagi. Bagi lanskap politik nasional, perdebatan tersebut berpotensi memperbesar perhatian pada konfigurasi koalisi dan strategi partai, di tengah tuntutan agar pemerintah tetap berfokus pada agenda kebijakan dan kondisi sosial-ekonomi saat ini.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang revisi UU Pemilu di DPR, kami menyoroti bagaimana perubahan aturan bisa mengubah desain kompetisi politik dan ruang partisipasi publik. Pembahasan itu mencakup wacana memperketat syarat pengajuan pasangan capres-cawapres serta usulan mengembalikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD, yang dinilai berisiko mempersempit hak pilih dan akuntabilitas. Isu-isu ini menjadi konteks penting saat wacana dukungan Prabowo-Gibran dua periode mulai dipakai sebagai manuver politik meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.