PLN didorong evaluasi pemadaman bergilir di Jawa saat gangguan listrik tekan ekonomi rakyat
Pemadaman listrik bergilir yang berlangsung di Pulau Jawa selama beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran atas dampaknya terhadap aktivitas rumah tangga dan usaha kecil. Gangguan yang disebut terkait pasokan batu bara dan masalah teknis PLTU itu dinilai menghambat produktivitas, pekerjaan jarak jauh, hingga penyimpanan kebutuhan pangan dan kesehatan.
Sorotan
- Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera evaluasi dan mitigasi pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa akibat gangguan pasokan batu bara dan masalah teknis.
- Pemadaman listrik berkepanjangan sejak 23 Juni 2026 menurunkan produktivitas pelaku usaha kecil, UMKM, industri, serta mengganggu layanan pendidikan dan kesehatan di Jawa.
- Desakan transparansi informasi dan perlindungan kelompok terdampak seperti rumah sakit, UMKM, dan layanan publik muncul seiring sorotan pada ketahanan infrastruktur energi nasional.
Desakan evaluasi dan mitigasi PLN
KOMPAS.com melaporkan, Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk segera mengevaluasi dan memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 23 Juni 2026, Puan menyatakan pemadaman berulang dengan durasi panjang telah menimbulkan ketidaknyamanan luas bagi masyarakat terdampak.Ia menyebut gangguan pasokan batu bara dan persoalan teknis pada pembangkit listrik tenaga uap menjadi faktor yang memicu pemadaman. Menurut Puan, kondisi itu tidak hanya memadamkan listrik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan pekerjaan pada sektor tertentu yang terpaksa berhenti.
Puan juga meminta PLN menyampaikan penyebab gangguan secara transparan kepada publik. Selain itu, ia mengimbau agar langkah mitigasi difokuskan pada kelompok dan sektor yang paling terdampak, termasuk UMKM, industri, rumah sakit, dan layanan publik.
Dampak pada pelaku usaha dan rumah tangga
Pemadaman bergilir disebut telah menekan produktivitas masyarakat dan keberlangsungan ekonomi keluarga. Dampaknya terlihat pada pedagang soto di Pasar Legi, Surakarta, yang kehilangan kesempatan berjualan, penjual es di Bekasi yang terancam rugi karena dagangannya mencair, serta pedagang kue yang kesulitan menjaga kualitas produk.Sejumlah pelaku usaha bakery rumahan juga terpaksa membuang bahan setengah jadi akibat listrik padam. Di sisi lain, pekerja yang mengandalkan internet di rumah untuk bekerja jarak jauh harus menghentikan aktivitas karena jaringan dan perangkat kerja tidak dapat digunakan secara optimal.
Pada tingkat rumah tangga, pemadaman berkepanjangan memaksa orangtua mencari cara menenangkan anak saat cuaca panas. Ibu menyusui juga mengaku harus membuang stok air susu ibu perah karena freezer tidak dapat menjaga suhu tanpa pasokan listrik.
Menurut Puan, rangkaian kejadian itu menunjukkan persoalan yang lebih besar terkait ketahanan infrastruktur energi nasional, perlindungan pelaku usaha kecil, dan mutu pelayanan publik. Desakan evaluasi terhadap pemadaman bergilir dinilai mendesak agar gangguan serupa tidak terus menekan kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa, kami membahas desakan agar PLN memberikan kompensasi kepada warga terdampak, terutama UMKM, dengan rujukan pada Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Artikel itu juga menyoroti upaya PLN meminimalkan pemadaman seiring membaiknya sistem kelistrikan dan pemulihan pembangkit, namun menegaskan pemulihan operasional saja belum menjawab tuntutan pertanggungjawaban atas kerugian pelanggan.
- Forex
- Crypto