Prabowo soroti anomali pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kenaikan kemiskinan

Prabowo soroti anomali pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kenaikan kemiskinan
Prabowo soal anomali ekonomi

Di tengah rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen dalam tujuh tahun terakhir, Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan manfaat pertumbuhan itu bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kenaikan jumlah penduduk miskin dan penyusutan kelas menengah menunjukkan hasil pertumbuhan lebih banyak dinikmati segelintir pihak.

Sorotan

  • Prabowo mengkritik anomali pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik namun angka kemiskinan justru meningkat, terutama pada kelas menengah rentan miskin.
  • Prabowo menilai manfaat pertumbuhan ekonomi terkonsentrasi di segelintir orang, sehingga ketimpangan tetap tinggi dan tujuan kemakmuran rakyat belum tercapai.
  • Pernyataan Prabowo dalam Konbes-Mubes PBNU 20-23 Juni 2026 memicu tekanan tambahan pada kebijakan pemerintah terkait distribusi hasil ekonomi dan perlindungan kelas menengah.

Pernyataan Prabowo di forum PBNU

Seperti diberitakan Kompas.com, Prabowo menyampaikan kritik tersebut saat penutupan Konbes-Mubes PBNU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Ia mengatakan dirinya merasa tertohok oleh data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi berjalan berlawanan dengan peningkatan angka kemiskinan.

Menurut Prabowo, kondisi ketika negara dinilai semakin kaya tetapi jumlah rakyat miskin justru bertambah merupakan anomali. Ia juga menyoroti kelompok kelas menengah yang sebelumnya keluar dari kemiskinan namun kembali turun menjadi masyarakat miskin.

Prabowo menyimpulkan bahwa bila kemiskinan bertambah dan kelas menengah menyusut, maka manfaat pertumbuhan ekonomi hanya terkonsentrasi pada segelintir orang. Ia menilai keadaan itu tidak sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang menempatkan keadilan dan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama.

Dampak bagi agenda pemerintahan dan konteks acara

Prabowo mengatakan situasi tersebut menunjukkan adanya sistem yang keliru dan perlu diperbaiki. Ia menegaskan keyakinannya untuk menjalankan sumpah jabatan dengan menjaga kepentingan rakyat dan mendorong kemakmuran yang lebih merata.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Konbes-Munas PBNU, forum musyawarah tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama setelah Muktamar. Kegiatan di Pondok Ploso, Bangkalan, berlangsung pada 20-23 Juni 2026 dan dihadiri sekitar 1.000 peserta serta penggembira dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain membahas persiapan Muktamar, forum tersebut juga membicarakan isu keagamaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan. Dalam konteks itu, sorotan Prabowo atas distribusi hasil pertumbuhan ekonomi menambah tekanan bagi kebijakan pemerintah untuk memperkuat daya beli, menahan kenaikan kemiskinan, dan menjaga basis kelas menengah.

Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II dan Semester II-2026 yang sebelumnya kami ulas menyoroti delapan kebijakan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global. Fokusnya mencakup insentif pajak royalti bagi penulis nasional, diskon dan subsidi transportasi (kereta, kapal, pesawat), serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP guna mendorong mobilitas dan menopang konsumsi domestik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.