Prabowo sebut penutupan ratusan BUMN rugi berpotensi hemat anggaran negara
Pemerintah menyatakan penataan badan usaha milik negara berlanjut melalui penutupan ratusan entitas yang terus mencatat kerugian. Langkah itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Bangkalan pada 23 Juni 2026, dengan klaim penghematan anggaran negara mencapai triliunan rupiah.
Sorotan
- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penutupan sekitar 700-800 BUMN yang terus merugi, diumumkan pada 23 Juni 2026 di Bangkalan.
- Sekitar 240 BUMN telah ditutup sebelumnya, menghasilkan penghematan anggaran negara hingga triliunan rupiah menurut pernyataan Prabowo.
- Kebijakan penutupan BUMN rugi bertujuan memperketat efisiensi aset negara dan restrukturisasi korporasi untuk memfokuskan sumber daya pada entitas sehat atau strategis.
Rencana penutupan BUMN dan alasan fiskal
Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menutup sekitar 800 perusahaan negara, dengan kisaran minimal 700 entitas, karena tidak mampu menghasilkan keuntungan dan terus merugi. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Konbes PBNU di Bangkalan, Selasa, 23 Juni 2026.Prabowo menyebut sekitar 240 BUMN sudah ditutup karena mengalami kerugian. Menurut dia, langkah tersebut sudah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga triliunan rupiah dari penghentian perusahaan yang dinilai tidak berjalan dengan benar.
Konteks forum PBNU dan dampak bagi pengelolaan BUMN
Penutupan BUMN rugi itu menandakan dorongan pemerintah untuk memperketat efisiensi pengelolaan aset negara dan menekan beban fiskal dari perusahaan yang tidak produktif. Bagi sektor korporasi negara, kebijakan ini dapat menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas untuk memusatkan sumber daya pada entitas yang dinilai lebih sehat atau strategis.Konbes-Munas PBNU sendiri merupakan forum musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar NU. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Ploso pada 20-23 Juni 2026 itu dihadiri sekitar 1.000 peserta dan penggembira dari berbagai daerah di Indonesia, dengan agenda yang mencakup persiapan Muktamar serta pembahasan isu keagamaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan.
Agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Madura pada 23 Juni 2026 sebelumnya kami soroti sebagai rangkaian kegiatan yang memadukan peresmian infrastruktur dan agenda organisasi keagamaan. Dalam kunjungan itu, pemerintah meresmikan 1.151 km jalan daerah lewat Instruksi Presiden Jalan Daerah untuk memperkuat konektivitas dan distribusi barang-jasa, sebelum Prabowo melanjutkan agenda ke Bangkalan menghadiri kegiatan NU 2026.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto