PLN Indonesia Power perluas co-firing biomassa sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu
Pemanfaatan biomassa sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu berlanjut sebagai bagian dari upaya transisi energi bersih melalui skema co-firing. Inisiatif ini menggabungkan penggunaan batang dan daun sorgum untuk bahan bakar pendamping batu bara, sementara bulirnya tetap dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Sorotan
- PLN Indonesia Power mulai menerapkan co-firing biomassa dari sorgum dust di PLTU Pelabuhan Ratu sejak 2025, menggantikan sebagian batu bara.
- Program ini memperkuat ekonomi sirkular dan rantai pasok biomassa berbasis masyarakat dengan PLN Indonesia Power sebagai off-taker hasil panen sorgum.
- Model pengembangan biomassa berbasis masyarakat di Pelabuhan Ratu berpotensi direplikasi di pembangkit lain untuk percepatan target net zero emissions.
Pengembangan pasokan biomassa sejak 2025
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PLN Indonesia Power menggunakan produk sorgum dust yang dihasilkan dari batang dan daun tanaman sorgum sebagai bahan bakar pendamping batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu.Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan program ini menjadi bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian yang tidak hanya mendukung dekarbonisasi, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ia menyatakan transisi energi tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat, dan perusahaan ingin memastikan warga sekitar ikut merasakan manfaat ekonomi dari langkah transformasi energi yang dijalankan.
Pengembangan inisiatif tersebut telah berjalan sejak 2025, dimulai dari tahap penanaman hingga pemanfaatan hasil panen sebagai bahan baku biomassa. PLN Indonesia Power juga berperan sebagai off-taker yang memberi kepastian pasar bagi hasil produksi petani melalui skema pasokan untuk kebutuhan co-firing.
Dampak bagi ekonomi sirkular dan operasi pembangkit
Melalui skema itu, sorgum diolah menjadi sumber energi alternatif untuk mendukung operasi co-firing di PLTU Pelabuhan Ratu. Langkah tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok biomassa berbasis masyarakat sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor energi.Bernadus menambahkan model pengembangan biomassa berbasis masyarakat di Pelabuhan Ratu berpotensi direplikasi di unit pembangkit lain milik PLN Indonesia Power. Menurut dia, perusahaan berkomitmen memperluas program biomassa berbasis masyarakat sejalan dengan upaya mempercepat pencapaian target net zero emissions dan mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia, kami mengulas peluang kerja sama internasional untuk menyiapkan PLTN pertama yang ditargetkan beroperasi pada 2032. Artikel itu menyoroti kriteria pemilihan mitra dan teknologi—mulai dari kebutuhan teknologi yang terbukti, dukungan pembiayaan, hingga opsi Small Modular Reactor (SMR)—sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju target net zero emissions.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto