Ashutosh Sureka

UMKM Jakarta bertahan di tengah pelemahan daya beli dan tekanan penjualan

UMKM Jakarta bertahan di tengah pelemahan daya beli dan tekanan penjualan
UMKM Jakarta tetap bertahan

Menjelang peringatan usia ke-499 tahun, Jakarta terus menata ruang publik dan memperluas pembinaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, pelaku usaha di sejumlah titik masih menghadapi penurunan permintaan, kenaikan biaya operasional, dan persaingan yang makin kuat dari kanal digital.

Sorotan

  • Penataan fisik kawasan Pasar Baru Jakarta sejak renovasi belum meningkatkan penjualan UMKM meski area usaha kini lebih rapi.
  • Permintaan karya lukis manual di Jakarta menurun signifikan akibat pelemahan ekonomi, menurunnya pesanan institusi, dan kompetisi dengan penjualan online sejak pandemi.
  • Munculnya karya digital dan AI menawarkan alternatif visual lebih murah dan cepat, meningkatkan tekanan pada pelaku usaha kreatif berbasis karya manual.

Tekanan penjualan di sentra usaha Jakarta

Seperti dilaporkan Kompas.com, tekanan itu terlihat di berbagai lokasi usaha, termasuk kios komunitas pelukis di Pasar Baru yang tetap beroperasi di tengah kawasan yang sudah direnovasi. Penataan fisik dinilai membuat area lebih rapi, tetapi belum mendorong peningkatan penjualan secara berarti bagi para pelaku usaha setempat.

Han, pelukis berusia 33 tahun yang berkarya di Pasar Baru sejak 2010, mengatakan kondisi pasar kini jauh lebih sepi dibanding sebelum pandemi. Menurut dia, pelemahan ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat, sementara persaingan dengan penjualan online ikut menekan permintaan terhadap karya lukis manual.

Ia menuturkan pelanggan utama selama ini berasal dari instansi pemerintah dan perkantoran yang memesan lukisan untuk hadiah perpisahan, cendera mata, atau kegiatan tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, pesanan dari institusi itu juga menurun dan belum kembali ke tingkat sebelum Covid-19.

Dampak digitalisasi pada pelaku kreatif

Selain faktor ekonomi, perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha kreatif di Jakarta. Munculnya karya digital dan kecerdasan buatan, atau AI, memberi alternatif visual yang lebih murah dan cepat bagi sebagian pembeli, sehingga menambah tekanan pada usaha berbasis karya manual.

Meski begitu, Han menilai lukisan tetap memiliki keunggulan karena menghadirkan sentuhan manusia dan nilai artistik yang berbeda. Ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada renovasi kawasan, tetapi juga mencakup perluasan ruang promosi agar pelaku seni dan UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjaga penjualan dan bertahan di tengah persaingan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aturan baru biaya layanan platform e-commerce, kami membahas Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 yang mewajibkan diskon 50% biaya layanan bagi usaha mikro dan kecil yang menjual produk dalam negeri. Aturan ini juga mengatur kontrak satu tahun agar charging fee tidak dapat diubah sepihak, dengan tujuan memberi kepastian biaya, menjaga arus kas, dan memperkuat daya saing UMKM di kanal digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.