Kementerian Ekraf bidik valuasi pasar gim Indonesia naik 4 persen
Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi gim domestik dengan target kenaikan valuasi pasar Indonesia sebesar 4 persen secara tahunan dari kontribusi pengembang lokal. Target itu muncul ketika pangsa pengembang gim lokal masih kecil, meski Indonesia sudah memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai pasar sekitar U.S.$2 miliar.
Sorotan
- Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan valuasi pasar gim Indonesia naik 4 persen pada 2026 dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
- Valuasi pasar gim di Indonesia tahun lalu mencapai sekitar U.S.$2 miliar atau Rp34 triliun menurut riset BRIN dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
- Pengembang gim lokal Indonesia hanya mendapatkan 2,5 persen dari nilai pasar nasional meski pengeluaran harian masyarakat untuk gim mencapai miliaran rupiah.
Target pertumbuhan dan dasar perhitungan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, target tersebut disampaikan Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Coda dan Kementerian Ekraf di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Ia mengatakan pemerintah berharap nilai yang dihasilkan pengembang lokal, baik dari konsumsi domestik maupun ekspor, dapat bertambah 4 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.Luat menjelaskan valuasi pasar gim di Indonesia, berdasarkan riset BRIN bersama Kementerian Komunikasi dan Digital pada tahun lalu, berada di kisaran U.S.$2 miliar atau sekitar Rp34 triliun. Besarnya pasar itu menjadi dasar pemerintah untuk meningkatkan porsi nilai tambah yang dinikmati pelaku industri lokal.
Kesenjangan pangsa pasar pengembang lokal
Indonesia saat ini menjadi salah satu basis pemain video game terbesar di dunia dengan lebih dari 200 juta gamer aktif. Namun, besarnya basis pengguna itu belum berbanding lurus dengan porsi pendapatan yang masuk ke pengembang dalam negeri.Menurut Luat, pengeluaran masyarakat untuk gim mencapai miliaran rupiah per hari dalam transaksi digital, tetapi pangsa pasar pengembang lokal masih sangat minim. Ia menyebut sekitar 0,17 persen hingga 0,34 persen gim dari pengembang lokal independen ikut bersaing di pasar nasional, sementara hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional yang dinikmati pengembang lokal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang normalisasi Selat Hormuz dan peluang turunnya harga minyak pasca kesepahaman awal damai U.S.–Iran, kami mengulas potensi meredanya tekanan biaya energi yang sempat menekan sektor manufaktur Indonesia. Kami juga menyoroti implikasinya terhadap harga BBM non-subsidi, ruang fiskal pemerintah, serta peluang berkurangnya gelombang PHK seiring biaya input energi yang menurun.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto