BRI sebut penempatan dana SAL di Himbara berpotensi bertambah
Di tengah pengelolaan likuiditas perbankan negara, Bank Rakyat Indonesia menyatakan penarikan dana saldo anggaran lebih dari Himbara tidak berlangsung dalam waktu dekat. Perseroan juga menyebut Kementerian Keuangan membuka peluang penambahan penempatan dana tersebut, dengan skema tenor yang masih menunggu arahan resmi.
Sorotan
- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan penarikan dana SAL secara mendadak tidak jadi dilakukan, dan Kementerian Keuangan justru berencana menambah penempatan dana SAL di Himbara.
- Dana SAL berbentuk deposito on call bertenor satu tahun akan jatuh tempo pada September 2026, dengan opsi pengembalian dana ke pemerintah berpotensi mundur hingga akhir tahun.
- Posisi dana SAL yang tersisa sekitar Rp44 triliun di BRI dan nilai setara di Himbara lain, sementara kepastian jadwal penarikan menjadi kunci likuiditas bank pelat merah hingga 2026.
Rencana penempatan dana dan jadwal jatuh tempo
KONTAN Indonesia melaporkan Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan pada Jumat, 26 Juni 2026, mengenai dana SAL yang ditempatkan di bank-bank Himbara. Menurut dia, rencana penarikan lebih awal yang sebelumnya sempat muncul kini tidak disepakati untuk dilakukan dalam waktu dekat karena besarnya dana dapat menyulitkan pengelolaan likuiditas bila ditarik mendadak.Hery mengatakan Kementerian Keuangan justru berencana menambah penempatan dana SAL di Himbara. Ia menambahkan surat arahan lebih lanjut masih ditunggu, sementara dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito on call bertenor satu tahun yang jatuh tempo pada September 2026.
Ia juga menyebut pengembalian dana ke pemerintah berpeluang mundur hingga akhir tahun. Untuk skema tambahan dana, Hery mengatakan opsinya dapat berupa penempatan jangka panjang maupun jangka pendek, dengan pola penarikan yang menyesuaikan kebutuhan pemerintah.
Dampak bagi likuiditas bank pelat merah
Sebelumnya, Kementerian Keuangan sempat mengumumkan penarikan sekitar Rp130 triliun dana SAL yang ditempatkan di Himbara. Namun Hery menegaskan angka itu tidak merujuk pada penarikan baru-baru ini, melainkan mencakup pergerakan dana yang telah berlangsung sebelumnya.Ia merinci penempatan awal sebesar Rp55 triliun sempat ditambah Rp21 triliun, lalu dana tambahan itu sudah diambil kembali. Setelah itu terdapat penarikan Rp10 triliun, sehingga menurut Hery posisi dana yang masih tersisa saat ini sekitar Rp44 triliun di BRI, dengan nilai yang disebut setara di bank Himbara lain seperti BNI.
Bagi sektor perbankan, kepastian jadwal penarikan dan kemungkinan tambahan penempatan dana SAL menjadi faktor penting dalam menjaga likuiditas serta perencanaan pendanaan jangka pendek. Kejelasan tenor dan skema penempatan juga akan menentukan seberapa besar fleksibilitas bank pelat merah dalam mengelola arus kas hingga akhir 2026.
Penarikan dana SAL di bank-bank Himbara menjadi sorotan karena berpengaruh langsung pada ruang likuiditas di tengah periode suku bunga tinggi. Dalam artikel kami sebelumnya, kami mencatat Perbanas menyebut penarikan sekitar Rp130 triliun tidak dilakukan mendadak, melainkan dijalankan secara bertahap menuju akhir 2026, seiring penempatan SAL berbentuk deposito on call bertenor satu tahun yang jatuh tempo paling cepat pada September 2026.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto