Danamart catat pertumbuhan pendanaan 34% pada semester I 2026

Danamart catat pertumbuhan pendanaan 34% pada semester I 2026
Danamart tumbuh 34%

Kondisi ekonomi dan pasar modal yang masih bergerak dinamis pada 2026 mendorong investor menjadi lebih berhati-hati dalam memilih instrumen pendanaan. Di tengah situasi itu, Danamart membukukan kenaikan jumlah proyek yang didanai 3% dan pertumbuhan nilai penawaran terealisasi 34% dibanding periode yang sama pada 2025.

Sorotan

  • Danamart mencatat pertumbuhan pendanaan 34% pada semester I 2026, dengan total pendanaan kumulatif mencapai sekitar Rp165,72 miliar sejak 2018.
  • Sepanjang 2026, investor tetap berminat pada produk pendanaan jangka pendek dengan underlying jelas, tenor terukur, dan mitigasi risiko yang baik.
  • Minat investor bergeser ke proyek produktif dan berdampak, khususnya sektor transisi energi seperti SPKLU dan panel surya berbasis ESG dan SDGs.

Kinerja pendanaan dan strategi 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Dana Aguna Nusantara, yang beroperasi dengan merek Danamart, mencatat total pendanaan kumulatif sekitar Rp165,72 miliar sejak 2018. Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan, mengatakan capaian pada paruh pertama 2026 menunjukkan aktivitas pendanaan tetap berjalan, baik dari sisi jumlah proyek maupun nilai penawaran yang terealisasi.

Cindera mengatakan sepanjang 2026 kondisi ekonomi dan pasar modal masih bergerak dinamis, sehingga investor cenderung lebih hati-hati dan selektif dalam mengambil keputusan. Meski demikian, minat terhadap produk pendanaan jangka pendek masih bertahan, terutama pada instrumen yang memiliki underlying jelas, tenor terukur, dan mitigasi risiko yang baik.

Untuk sisa 2026, Danamart menyatakan akan menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar, menjaga kualitas kurasi, dan berfokus pada proyek berdampak yang relevan dengan kebutuhan investor.

Minat investor bergeser ke proyek berdampak

Menurut Cindera, investor di Danamart masih menggemari sektor produktif dan berdampak. Di saat yang sama, sektor pendukung transisi energi mulai menarik perhatian, termasuk proyek yang berkaitan dengan kendaraan listrik seperti pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, atau SPKLU, serta infrastruktur pengisian EV.

Proyek energi terbarukan seperti pemasangan panel surya juga mulai masuk radar investor. Danamart menilai peluang tetap terbuka, terutama untuk proyek berbasis Environmental, Social, and Governance, atau ESG, serta Sustainable Development Goals, atau SDGs, yang menawarkan dampak kuat dan fundamental yang jelas.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan pasar karbon Indonesia, pemerintah menegaskan pentingnya membangun integritas, transparansi, dan kepastian regulasi agar pembiayaan iklim global bisa mengalir lebih deras. Kami juga mencatat rencana peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 serta penerbitan kredit karbon kehutanan lebih dari 30 juta ton CO2e sebagai langkah memperkuat tata kelola dan membuka peluang investasi iklim.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.