Bareskrim Polri sita perangkat dan dana dari operasi judi online Hayam Wuruk

Bareskrim Polri sita perangkat dan dana dari operasi judi online Hayam Wuruk
Bareskrim sita jutaan rupiah

Pengungkapan jaringan judi online internasional di Jakarta Barat memperlihatkan skala operasi digital dan aliran dana yang besar dari markas yang baru beroperasi beberapa bulan. Selain ratusan perangkat elektronik, penyidik juga mengamankan uang tunai sekitar Rp 8,7 miliar dan menelusuri nilai deposit platform yang mencapai sekitar Rp 13,9 triliun.

Sorotan

  • Bareskrim Polri menyita 594 telepon seluler, 382 laptop, 179 monitor, 11 Mac Mini, dan uang tunai Rp 8,7 miliar dari operasi judi online Hayam Wuruk.
  • Penggerebekan di Hayam Wuruk Plaza Tower mengamankan 321 warga negara asing, dengan 287 orang jadi tersangka; 155 paspor juga diamankan.
  • Analisis digital menemukan nilai deposit pada salah satu platform judi online yang dikelola jaringan tersebut mencapai sekitar Rp 13,9 triliun.

Sitaan elektronik dan perkembangan penyidikan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Bareskrim Polri menyita ratusan barang bukti elektronik setelah tim Direktorat Tindak Pidana Umum menggerebek operasional jaringan judi online di lantai 20 dan 21 Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan penyitaan itu mencakup 594 unit telepon seluler, 382 unit laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, serta router dan perangkat digital lainnya.

Selain perangkat elektronik, penyidik menyita uang tunai dalam rupiah dan sejumlah mata uang asing dengan nilai total sekitar Rp 8,7 miliar. Polisi juga mengamankan 155 paspor milik warga negara asing yang diduga terlibat dalam operasional jaringan tersebut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang melibatkan sejumlah warga negara asing di gedung tersebut. Dari penggerebekan itu, Bareskrim mengamankan 321 warga negara asing, dengan 287 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 34 lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dampak penegakan hukum dan skala jaringan

Polisi juga menetapkan empat warga negara Indonesia sebagai tersangka karena diduga memfasilitasi dan terlibat dalam operasional jaringan itu. Dari 287 tersangka warga negara asing, rinciannya terdiri dari 76 warga negara China, tiga warga negara Laos, dua warga negara Malaysia, 15 warga negara Myanmar, enam warga negara Thailand, dan 185 warga negara Vietnam.

Menurut Nunung, jaringan ini mengelola lebih dari 145 situs judi online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Ia menambahkan para pelaku menggunakan server dan hosting yang berada di luar negeri, yang menunjukkan struktur operasional lintas negara dan menambah kompleksitas penindakan.

Berdasarkan analisis digital terhadap salah satu platform yang digunakan para tersangka, ditemukan total nilai deposit mencapai sekitar Rp 13,9 triliun. Nilai tersebut masih didalami bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan serta Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengungkapan jaringan judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, kami mengulas pembagian peran terstruktur dari 287 tersangka, yang didominasi petugas customer service, serta temuan awal penyidik terkait puluhan situs yang dioperasikan bergantian. Kami juga mencatat pendalaman forensik digital, penelusuran infrastruktur server/hosting di luar negeri, serta investigasi aliran dana dan pihak pendukung di Indonesia yang diduga terkait sponsor dan aset hingga bernilai triliunan rupiah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.