Cakung soroti dampak judi online setelah masuk zona merah PPATK
Cakung di Jakarta Timur masuk perhatian setelah wilayah ini tercatat sebagai salah satu zona merah judi online dalam data PPATK. Warga setempat menggambarkan kecanduan judi online mendorong penjualan rumah dan kendaraan, di tengah besarnya jumlah pemain di Jakarta Timur.
Sorotan
- Warga Cakung melaporkan peningkatan tekanan ekonomi rumah tangga dan penjualan aset akibat maraknya judi online di lingkungan mereka.
- PPATK mencatat Jakarta Timur memiliki 81.750 pemain judi online dengan total nilai deposito Rp 425,9 miliar per 2025.
- Temuan PPATK menambah dorongan penegakan hukum di Jakarta Timur, menyoroti konsekuensi sosial dan ekonomi akibat judi online pada tingkat lingkungan.
Dampak sosial muncul di lingkungan Cakung
Seperti dilaporkan KOMPAS.com, warga Cakung menyampaikan bahwa judi online terus menekan kondisi ekonomi rumah tangga di lingkungan mereka. Ade, warga berusia 41 tahun, mengatakan ia melihat seorang temannya menjual rumah hanya untuk membiayai aktivitas judi online, sementara harta lain seperti motor juga hilang setelah kebiasaan itu berlanjut.Ade menyebut ada rekan yang sebelumnya bekerja tetapi kemudian kehilangan hampir seluruh harta bendanya akibat kecanduan judi online. Ia berharap aparat memberantas praktik tersebut karena dampaknya meluas dan menyulitkan masyarakat yang sudah susah mencari penghasilan.
Keluhan serupa datang dari Bima, warga Cakung lainnya, yang mengaku resah karena judi online menurutnya menimpa warga dari kelompok usia yang lebih muda maupun lebih tua. Meski tidak memiliki kerabat yang terlibat, ia mengatakan ada tetangga yang kecanduan dan menjual berbagai barang karena terdampak praktik itu.
Data PPATK memperlihatkan skala transaksi
PPATK sebelumnya mengungkap empat wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia pada 2025. DKI Jakarta masuk 10 wilayah dengan pemain terbanyak dan menyumbang empat wilayah, dengan jumlah terbesar berada di Jakarta Barat, sementara Jawa Barat menyumbang empat wilayah dan Banten dua wilayah.Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan pemain judi online terbanyak di Indonesia, dengan 103.092 pemain dan total nilai deposito Rp 414,4 miliar. Jakarta Barat berada di peringkat kedua dengan 89.320 pemain dan total deposito Rp 600,6 miliar, sedangkan Jakarta Timur mencatat 81.750 pemain dengan total nilai deposito Rp 425,9 miliar.
Temuan itu menempatkan Cakung dalam konteks risiko yang lebih luas bagi Jakarta Timur, terutama karena dampaknya tidak hanya terlihat pada transaksi, tetapi juga pada tekanan sosial dan ekonomi di tingkat lingkungan. Kondisi ini menambah dorongan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat penindakan terhadap praktik judi online.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemetaan PPATK terkait konsentrasi pemain judi online pada 2025, kami mengulas wilayah-wilayah dengan jumlah pemain dan nilai deposito terbesar, termasuk dominasi DKI Jakarta dalam daftar 10 besar nasional. Kami juga menyoroti bahwa pemetaan hingga level kecamatan menempatkan Cengkareng sebagai yang tertinggi, dengan Cakung termasuk titik dengan konsentrasi pemain yang menonjol, serta indikasi dampak sosial judi online yang sudah merambah lingkungan sehari-hari.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto