Pemerintah pertahankan harga Pertamax saat tekanan minyak global masih berlanjut

Pemerintah pertahankan harga Pertamax saat tekanan minyak global masih berlanjut
Harga Pertamax tetap stabil

Pemerintah belum menurunkan harga Pertamax setelah penyesuaian pada Juni, di tengah volatilitas harga minyak yang dipengaruhi ketegangan geopolitik global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai kebijakan harga perlu dilihat secara menyeluruh karena sebelumnya kenaikan harga minyak dunia tidak langsung diteruskan ke konsumen.

Sorotan

  • Pemerintah mempertahankan harga Pertamax saat tekanan minyak global akibat konflik U.S.-Iran dan isu Selat Hormuz terus berlanjut hingga akhir Juni 2026.
  • Harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina masih mengacu penyesuaian per 10 Juni 2026, tanpa perubahan pada Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite.
  • Harga Pertalite tetap di Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter secara nasional, sedangkan Pertamax Rp 16.250 di Jakarta dan sebagian wilayah Jawa-Bali-NTB-NTT.

Kebijakan harga BBM di tengah gejolak minyak

Seperti diberitakan Kompas.com, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta penilaian yang adil atas belum turunnya harga Pertamax setelah sempat naik. Di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026), ia mengatakan pemerintah menahan harga Pertamax selama lebih dari dua bulan ketika harga minyak sedang naik, sehingga evaluasi atas harga saat ini perlu melihat periode tersebut secara utuh.

Bahlil menyatakan pergerakan harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika geopolitik global, terutama konflik U.S. dengan Iran yang berkaitan dengan kondisi Selat Hormuz. Menurut dia, pertanyaan mengenai penurunan harga muncul ketika kenaikan baru berlangsung sekitar dua hingga tiga pekan, sementara pada fase kenaikan minyak sebelumnya harga domestik tidak langsung dinaikkan.

Harga Pertamina masih mengacu penyesuaian Juni

Hingga kini, harga BBM di SPBU Pertamina masih mengacu pada penyesuaian yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Kelompok BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex masih bertahan di level yang sama, sementara Pertalite dan Biosolar subsidi juga belum berubah.

Dalam rincian yang disebutkan, harga Pertalite tercatat Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia. Untuk Pertamax, harga berada di Rp 15.250 di FTZ Sabang, Rp 15.500 di FTZ Batam, dan Rp 16.250 di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang koordinasi kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global, kami membahas bagaimana pemerintah dan otoritas terkait menyiapkan respons terkoordinasi untuk menahan tekanan pasar dan menjaga kepercayaan investor. Ulasan itu menyoroti risiko dari ketidakpastian geopolitik terhadap rantai pasok dan arus modal, sekaligus pentingnya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk meredam dampaknya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.