Maybank bidik mobilisasi pembiayaan berkelanjutan Rp 1.314 triliun hingga 2030
Dorongan dekarbonisasi di berbagai sektor ASEAN meningkatkan kebutuhan pendanaan bagi transisi menuju ekonomi rendah karbon. Maybank Group menargetkan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM 300 miliar, setara sekitar Rp 1.314 triliun, hingga 2030, termasuk untuk mendukung pasar Indonesia.
Sorotan
- Maybank Group menargetkan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 1.314 triliun hingga 2030 untuk mendukung transisi ekonomi berkelanjutan ASEAN.
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk meluncurkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account untuk membiayai proyek hijau dan memperluas akses pembiayaan transisi energi.
- Forum Sustainable Finance mempertemukan regulator dan pelaku industri, menegaskan sektor perbankan sebagai penggerak utama pendanaan proyek transisi dan ekonomi rendah karbon.
Target pembiayaan dan peluncuran instrumen hijau
KONTAN Indonesia melaporkan, target tersebut menjadi bagian dari komitmen Maybank Group untuk mendukung peralihan menuju ekonomi berkelanjutan di kawasan ASEAN. Group Chief Sustainability Officer Maybank Datuk Shahril Azuar Jimin mengatakan kebutuhan pembiayaan transisi terus meningkat seiring dorongan dekarbonisasi lintas sektor.Dalam Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 pada Selasa, 30 Juni 2026, Shahril menyatakan grup tetap berkomitmen mendukung nasabah, industri, dan perekonomian di seluruh ASEAN dalam perjalanan transisi tersebut. Menurutnya, meningkatnya kesadaran para pemangku kepentingan juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, PT Bank Maybank Indonesia Tbk meluncurkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account, instrumen investasi syariah yang ditujukan untuk membiayai proyek-proyek hijau. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyebut produk itu sebagai salah satu solusi untuk memperluas akses pembiayaan bagi proyek transisi energi dan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Dampak bagi sektor perbankan dan dunia usaha
Maybank Indonesia juga menggelar forum yang mempertemukan regulator, pelaku jasa keuangan, dan pelaku industri untuk membahas tantangan implementasi pembiayaan berkelanjutan serta peluang investasi ekonomi hijau. Agenda ini menempatkan sektor perbankan sebagai salah satu penggerak utama dalam menyalurkan modal ke proyek-proyek transisi.Steffano mengatakan transisi menuju ekonomi rendah karbon kini menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission. Ia menambahkan integrasi isu keberlanjutan ke dalam lanskap keuangan bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan regulasi, melainkan instrumen utama untuk menjaga daya saing bisnis di pasar nasional dan global.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembentukan Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan sesuai POJK 30/2024, kami membahas persetujuan pemegang saham untuk menata ulang struktur grup dan rencana pengambilalihan unit manajemen aset, sekuritas, serta asuransi yang masih menunggu persetujuan regulator sektoral. Kami juga menyoroti bahwa integrasi lintas entitas ini diproyeksikan memperkuat sinergi layanan keuangan dan menjadi fondasi inovasi serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto