Dekranas gelar puncak HUT ke-46 di Makassar untuk dorong ekspor kerajinan

Dekranas gelar puncak HUT ke-46 di Makassar untuk dorong ekspor kerajinan
Dekranas dorong ekspor kerajinan

Dekranas menyiapkan puncak peringatan hari ulang tahun ke-46 di Makassar pada 9-11 Juli 2026 sambil mendorong perluasan pasar kerajinan Indonesia ke tingkat global. Persiapan acara disebut telah mencapai sekitar 90 persen, dengan agenda yang mencakup pameran UMKM dari berbagai provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Sorotan

  • Dekranas memilih Makassar sebagai lokasi puncak HUT ke-46 pada 9-11 Juli 2026 untuk mendorong pemerataan dan ekspor kerajinan nasional.
  • Tema Cipta Kriya Berkelanjutan menekankan penggunaan bahan alami dan proses ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan pasar internasional atas keberlanjutan.
  • Pameran UMKM dengan sekitar 300 stan di Makassar menjadi ajang promosi dan penguatan daya saing industri kerajinan lokal menghadapi lonjakan produk impor tiruan murah.

Agenda perayaan dan target pasar global

Seperti dilaporkan KOMPAS.com, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menyampaikan di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026, bahwa Makassar dipilih sebagai lokasi puncak HUT ke-46 karena sejak awal menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dan dinilai mewakili Indonesia timur.

Pemilihan kota tersebut juga mempertimbangkan asas pemerataan setelah wilayah Indonesia bagian barat dan tengah pernah menjadi lokasi penyelenggaraan sebelumnya. Menurut Tri, akses penerbangan yang mudah dari berbagai wilayah turut memperkuat posisi Makassar sebagai tuan rumah.

Mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, perayaan tahun ini diarahkan untuk mendorong lahirnya produk kerajinan yang berkelanjutan. Tema itu dikaitkan dengan penggunaan bahan baku dari alam seperti serat, tanah liat, mineral, batu, dan bahan alami lain, sehingga pelestarian lingkungan menjadi bagian dari daya saing produk.

Tri menilai perhatian pasar internasional terhadap aspek keberlanjutan terus menguat. Karena itu, perajin didorong menjaga proses produksi yang ramah lingkungan agar produk kerajinan Indonesia lebih mudah diterima di pasar ekspor.

Dampak bagi perajin dan persaingan produk lokal

Pameran UMKM akan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT Dekranas dan berlangsung di Makassar pada 9-11 Juli 2026. Kegiatan ini membuka ruang promosi bagi produk unggulan daerah, dengan sekitar 300 stan yang sudah dipesan dan diisi peserta dari seluruh Indonesia.

Dekranas menilai ajang tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran antardaerah dalam mengembangkan mutu, kreativitas, dan daya saing kerajinan. Harapannya, peserta membawa pulang dorongan untuk memperkuat industri kerajinan di wilayah masing-masing sekaligus memperluas kecintaan masyarakat pada produk dalam negeri.

Pesan itu muncul di tengah semakin banyaknya produk luar negeri yang beredar di pasar, termasuk barang yang meniru produk Indonesia dengan harga lebih murah. Untuk menyiapkan rangkaian kegiatan, Dekranas bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang strategi memperluas pasar nontradisional Indonesia, Kementerian Perdagangan bersama HIPMI, IWAPI, dan Kadin membahas langkah peningkatan ekspor ke Asia Tengah dalam pertemuan di Jakarta. Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, sekaligus menindaklanjuti kunjungan kerja ke Uzbekistan termasuk persiapan Seminar Women in Trade untuk memperkuat penetrasi pasar ekspor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.