DPLK Sinarmas AM bidik pertumbuhan peserta dan dana kelolaan di pasar pensiun informal
Penetrasi program dana pensiun di Indonesia masih rendah meski jumlah pekerja, terutama di sektor informal, sangat besar. Kondisi ini mendorong DPLK Sinarmas Asset Management melihat ruang ekspansi yang luas sambil menyiapkan edukasi dan akses digital untuk menjaring peserta baru.
Sorotan
- DPLK Sinarmas AM menargetkan dana kelolaan naik dari Rp150 miliar pada 2026 menjadi Rp324 miliar pada 2028 dengan ekspansi digital.
- Perusahaan membidik pertumbuhan peserta dari 15.000 orang tahun ini menjadi 20.000 peserta pada 2028, terutama di sektor pekerja informal.
- DPLK Sinarmas AM memanfaatkan aplikasi SimPensiun untuk menggaet pekerja muda dan informal, mengatasi kesenjangan 60% pekerja sektor informal tanpa pensiun.
Proyeksi pasar dan strategi akuisisi peserta
Seperti dilaporkan Kontan, Ketua Dewan Pengawas DPLK SAM Syarifudin Yunus menyatakan pangsa pasar dana pensiun masih besar karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki program pensiun, khususnya pekerja informal. Dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2026, ia menyebut dari 152 juta pekerja di Indonesia, sekitar 60% atau 90 juta orang berada di sektor informal, sementara jumlah peserta dana pensiun masih terbatas.Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per April 2026, jumlah peserta dana pensiun gabungan mencapai 30,11 juta. Syarifudin menilai kesenjangan antara jumlah pekerja dan peserta dana pensiun itu menunjukkan potensi penetrasi yang masih sangat besar bagi industri.
Ia menambahkan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan masa pensiun masih menjadi tantangan utama. Karena itu, edukasi mengenai manfaat dana pensiun dinilai perlu diperkuat, terutama untuk generasi muda, bersamaan dengan perluasan akses layanan melalui digitalisasi.
DPLK SAM saat ini berfokus menggaet peserta melalui aplikasi SimPensiun. Perusahaan menilai pendekatan digital dapat mempermudah pekerja muda dan pekerja informal untuk mengakses layanan dana pensiun dan mulai menabung untuk hari tua.
Target dana kelolaan dan dampak bagi industri
Ketua Pengurus DPLK SAM Stephanus Rudi Ok juga menyatakan pasar dana pensiun masih terbuka lebar, termasuk di segmen pekerja informal. Menurut dia, selain anak muda, kelompok pekerja informal menjadi salah satu sasaran utama karena masih minim terlayani oleh produk pensiun formal.Dengan aplikasi yang disiapkan dan strategi investasi yang dijalankan, DPLK SAM menargetkan akses kepesertaan menjadi lebih mudah bagi segmen tersebut. Arah ini sejalan dengan upaya industri dana pensiun untuk memperluas basis peserta di luar pekerja formal yang selama ini lebih dominan.
DPLK SAM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp150 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp220 miliar pada 2027, lalu Rp324 miliar pada 2028. Untuk kepesertaan, perusahaan membidik 15.000 peserta pada tahun ini dan 20.000 peserta pada 2028, menandakan fokus pertumbuhan bisnis bertumpu pada perluasan distribusi digital dan penggarapan pasar yang belum tersentuh.
Peluncuran DPLK digital oleh PT Sinarmas Asset Management sebelumnya kami ulas sebagai sinyal menguatnya minat manajer investasi masuk ke bisnis dana pensiun, meski masih dihadang syarat AUM minimum dan kebutuhan operasional yang kompleks. Dalam ulasan itu, SimPensiun diposisikan sebagai kanal untuk memperluas akses kepesertaan—termasuk pekerja informal dan generasi muda—dengan target aset kelolaan Rp150 miliar serta 15.000 peserta pada 2026. Konteks ini menegaskan bahwa strategi digital menjadi kunci untuk menggarap pasar pensiun yang penetrasinya masih rendah.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto