Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar U.S. di tengah tekanan geopolitik global

Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar U.S. di tengah tekanan geopolitik global
Rupiah melemah ke 17.995

Pergerakan rupiah kembali berada di bawah tekanan pada akhir perdagangan hari ini setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar U.S. Mata uang domestik itu akhirnya ditutup turun 32 poin, atau sekitar 0,18 persen, ke Rp17.995 per dolar U.S. saat pelaku pasar mencermati eskalasi risiko eksternal.

Sorotan

  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar U.S. akibat meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan rudal dan drone Rusia ke Kyiv.
  • Investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang, menjelang pertemuan puncak NATO di Turki yang akan dihadiri Presiden U.S. Donald Trump.
  • Risiko geopolitik di Selat Hormuz menjaga ketidakpastian pasar dan membatasi penurunan harga minyak mentah meskipun pasokan mulai pulih dan ekspor Teluk meningkat.

Sentimen eksternal menekan kurs rupiah

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pelemahan rupiah dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv pada pagi hari. Tekanan eksternal ini muncul menjelang pertemuan puncak NATO di Turki yang direncanakan dihadiri Presiden U.S. Donald Trump.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan rentetan ledakan terdengar di pusat kota Kyiv, sementara sejumlah warga dilaporkan masih terjebak di gedung apartemen bertingkat yang rusak. Menurut dia, serangan gabungan yang melibatkan rudal balistik dan drone membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi pada aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Risiko Hormuz menjaga ketidakpastian pasar

Dalam risetnya, Ibrahim juga menilai risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama meskipun pasokan fisik mulai pulih. Pedagang mempertimbangkan sinyal yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran mengenai keamanan dan tata kelola jalur pelayaran strategis itu ke depan.

Trump mengatakan Iran telah menyetujui hampir semua yang dibutuhkan U.S., tetapi pejabat Iran tetap menyatakan Teheran tidak akan melepaskan pengaruhnya atas jalur tersebut atau menerima syarat terkait akses pelayaran. Ketidakpastian itu membatasi penurunan harga minyak mentah, meskipun Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan produsen Teluk lainnya terus memulihkan ekspor melalui Selat Hormuz.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia, kami mencatat akumulasi jual bersih investor asing sepanjang 2026 telah mencapai Rp74,42 triliun hingga 3 Juli, meski sempat terjadi beli bersih harian tipis. Kami juga menyoroti IHSG yang melemah dan bergerak volatil dalam sepekan, mencerminkan sentimen pasar yang rapuh ketika pelaku pasar merespons dinamika risiko dan aliran modal.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.