BEI catat jual bersih investor asing Rp74,42 triliun hingga 3 Juli 2026
Tekanan arus keluar dana asing masih membayangi pasar saham Indonesia sepanjang 2026, meski pada akhir pekan terakhir investor luar negeri kembali mencatat beli bersih tipis. Hingga 3 Juli 2026, akumulasi jual bersih investor asing mencapai Rp74,42 triliun di tengah pelemahan IHSG dan volatilitas perdagangan yang masih tinggi.
Sorotan
- Investor asing mencatat jual bersih Rp74,42 triliun di Bursa Efek Indonesia hingga 3 Juli 2026, menandakan tekanan jual signifikan di pasar saham.
- Pada 3 Juli 2026, asing membukukan beli bersih harian Rp6,08 miliar di tengah tren penurunan pasar selama sepekan.
- IHSG ditutup di 5.875,780, turun 0,35 persen dalam sepekan dan bergerak volatil antara 5.942,772 hingga 5.607,451.
Arus dana asing dan pergerakan indeks
Seperti dilaporkan Okezone yang mengutip Bursa Efek Indonesia, akumulasi jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 mencapai Rp74,42 triliun hingga 3 Juli 2026. Dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu, BEI menyatakan nilai tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih besar dari investor asing di pasar saham domestik.Meski demikian, pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, investor asing kembali membukukan beli bersih sebesar Rp6,08 miliar. Perubahan harian ini muncul ketika aktivitas perdagangan saham selama sepekan masih menunjukkan pelemahan.
Dampak bagi pasar saham Indonesia
Sepanjang pekan, IHSG ditutup di level 5.875,780, turun 0,35 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Pergerakan ini menandakan pasar masih berada dalam fase yang cenderung melemah di tengah arus dana asing yang belum stabil.Selama periode yang sama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.942,772 dan terendah 5.607,451. Rentang pergerakan tersebut mencerminkan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi bagi pelaku di sektor pasar modal Indonesia.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penguatan IHSG pada awal perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, indeks sempat melonjak sejak pembukaan dengan penguatan yang meluas di mayoritas saham dan seluruh indeks sektoral. Kami juga mencatat volume transaksi awal yang tinggi serta saham-saham yang memimpin kenaikan, yang menggambarkan dorongan beli pada fase awal sesi sebelum pasar kembali menghadapi dinamika arus dana berikutnya.
Berita Foreign Investment Terbaru
- Forex
- Crypto