Saham bank besar menguat, analis pertahankan rekomendasi beli sektor perbankan

Saham bank besar menguat, analis pertahankan rekomendasi beli sektor perbankan
Bank besar menguat, rekomendasi beli

Saham bank-bank berkapitalisasi besar di Indonesia menguat pada awal perdagangan pekan seiring valuasi yang dinilai masih menarik setelah koreksi harga dalam beberapa waktu terakhir. Perbaikan sentimen terhadap prospek suku bunga global dan munculnya akumulasi selektif investor turut menopang prospek sektor perbankan pada semester II-2026.

Sorotan

  • Pada Senin (6/7), BBRI naik 2,95% ke Rp 2.790, BBCA naik 1,24% ke Rp 6.125, BBNI naik 0,92% ke Rp 3.280, dan BMRI naik 0,50% ke Rp 4.030.
  • Mirae Asset dan RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight dengan target harga baru, mengandalkan valuasi murah dan prospek pertumbuhan laba high single digit sektor perbankan.
  • Sentimen positif berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, aksi korporasi, selective foreign buying, serta potensi rerating jika stabilitas makro dan arus dana asing membaik pada H2-2026.

Penggerak kenaikan dan rekomendasi analis

KONTAN melaporkan, penguatan saham perbankan pada Senin (6/7) terlihat pada emiten-emiten utama, dengan BBRI naik 2,95% ke Rp 2.790 per saham, BBCA menguat 1,24% ke Rp 6.125, BBNI bertambah 0,92% ke Rp 3.280, dan BMRI naik 0,50% ke Rp 4.030. Dalam pergerakan sepekan, BBCA, BBNI, dan BMRI masih mencatat kenaikan, sementara BBRI masih terkoreksi 1,76%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan kenaikan ini dipicu aksi bottom fishing setelah valuasi saham-saham perbankan turun ke bawah rata-rata historis lima tahunnya, terutama dari sisi price to book value. Ia menilai investor mulai melakukan akumulasi karena harga saham bank besar sudah relatif murah, ditambah sentimen positif dari aksi korporasi seperti share buyback dan kebijakan dividen yang menarik.

Untuk strategi investasi, Mirae Asset merekomendasikan accumulative buy pada sejumlah saham bank besar. Target harga yang diberikan meliputi BBCA Rp 7.900 per saham, BBNI Rp 4.220, BBRI Rp 3.450, dan BMRI Rp 5.600.

Dampak sentimen global pada sektor perbankan

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya menilai penguatan saham perbankan pada awal pekan didorong kombinasi sentimen global dan domestik. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed disebut memperbaiki risk appetite investor terhadap aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sementara koreksi harga saham sebelumnya membuat valuasi sektor ini semakin menarik.

Ia juga melihat adanya selective foreign buying pada beberapa saham bank besar, meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan arus dana asing telah berbalik masuk secara konsisten. Ke depan, RHB Sekuritas tetap mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor perbankan dengan perkiraan pertumbuhan laba industri di kisaran high single digit, didukung pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset yang terjaga, dan potensi perbaikan likuiditas.

RHB menilai sektor ini masih berpeluang mengalami rerating jika stabilitas nilai tukar tetap terjaga, arus dana asing terus membaik, dan sentimen makro tetap kondusif pada semester II-2026. Saham pilihan utamanya adalah BMRI, BBRI, BRIS, dan BBTN, sedangkan BBCA diposisikan sebagai pilihan defensif karena kualitas aset dan likuiditas yang kuat; target harga yang diberikan antara lain BBCA Rp 9.700, BMRI Rp 7.600, BBRI Rp 5.900, BBNI Rp 6.300, BRIS Rp 2.460, BBTN Rp 1.600, dan BNGA Rp 2.000 per saham.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang strategi selective buying di awal pekan saat IHSG masih menguat namun rawan profit taking, kami menekankan pentingnya memilih saham dengan katalis sektoral dan dukungan teknikal yang jelas. Saat itu, perhatian diarahkan pada peluang di emiten tertentu—termasuk BRIS yang mendapat rekomendasi speculative buy—karena pergerakan pasar dinilai tidak merata dan lebih menguntungkan bagi saham-saham pilihan daripada mengikuti indeks secara keseluruhan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.