Tokopedia berada di bawah kendali TikTok setelah ByteDance ambil 75,01 persen saham

Tokopedia berada di bawah kendali TikTok setelah ByteDance ambil 75,01 persen saham
Tokopedia kini di bawah TikTok

Perubahan kepemilikan Tokopedia kembali menjadi perhatian di tengah isu penyesuaian organisasi yang beredar di publik. Struktur terbaru menempatkan ByteDance melalui TikTok sebagai pemegang saham mayoritas, sementara GoTo Group masih mempertahankan kepemilikan minoritas sebesar 24,99 persen.

Sorotan

  • ByteDance melalui TikTok menyelesaikan akuisisi mayoritas 75,01 persen saham Tokopedia pada 31 Januari 2024, menempatkan operasional Tokopedia di bawah kendali TikTok.
  • GoTo Group kini hanya menguasai 24,99 persen saham Tokopedia, sementara isu PHK massal diduga terjadi hingga 90 persen karyawan pasca perubahan kepemilikan.
  • Integrasi bisnis Tokopedia di bawah pemegang saham mayoritas baru mengarahkan perhatian pasar pada implikasi strategis bagi sektor e-commerce Indonesia.

Perubahan kepemilikan dan struktur manajemen

Seperti diberitakan Okezone, Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009 dengan misi memperluas pemerataan ekonomi digital bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Seiring perkembangan bisnisnya, kepemimpinan operasional e-commerce Tokopedia kini berada di bawah Melissa Siska Juminto yang menjabat sebagai President of E-Commerce Tokopedia. Ia sebelumnya berkarier di perusahaan itu sebagai akuntan sebelum kemudian dipercaya memimpin operasional bisnis e-commerce.

Dalam perjalanan korporasinya, Tokopedia bergabung dengan Gojek melalui pembentukan GoTo pada 2021. Pada 2022, GoTo resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka.

Dampak bagi posisi GoTo dan bisnis e-commerce

Pergantian struktur kepemilikan kembali terjadi pada 31 Januari 2024, ketika ByteDance melalui TikTok menyelesaikan akuisisi mayoritas sebesar 75,01 persen saham Tokopedia. Dengan transaksi itu, operasional Tokopedia berada di bawah kendali TikTok, sedangkan GoTo Group tetap memegang 24,99 persen saham.

Di tengah isu PHK massal yang disebut mencapai 90 persen karyawan, GoTo Gojek Tokopedia Tbk, GOTO, menyatakan tetap menghormati setiap langkah yang diambil manajemen Tokopedia terkait rencana penyesuaian organisasi. Kondisi ini menempatkan perhatian pasar pada arah integrasi bisnis Tokopedia di bawah kendali pemegang saham mayoritas baru dan implikasinya bagi sektor e-commerce Indonesia.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang PHK massal di Tokopedia usai penyesuaian organisasi oleh TikTok, restrukturisasi disebut terutama menyasar divisi R&D dan dikaitkan dengan upaya penyelarasan organisasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Kami juga menyoroti respons pemerintah dan DPR yang menekankan perlindungan hak pekerja serta potensi dampaknya terhadap ekosistem UMKM dan perdagangan digital di Indonesia.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.