Tokopedia lakukan PHK massal saat TikTok selaraskan divisi R&D di Indonesia
Penyesuaian organisasi di PT Tokopedia memicu sorotan terhadap arah integrasi bisnis setelah TikTok mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja terhadap mayoritas karyawan perusahaan itu. Langkah ini menempatkan perlindungan hak pekerja dan kesinambungan dukungan bagi ekosistem UMKM sebagai isu utama di tengah restrukturisasi platform digital tersebut.
Sorotan
- Tokopedia melakukan PHK massal di divisi R&D sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi setelah penyesuaian bisnis oleh TikTok.
- TikTok menegaskan restrukturisasi bertujuan menyelaraskan organisasi demi pertumbuhan bisnis jangka panjang dan mendukung komunitas kreator dan penjual.
- Anggota Komisi IX DPR RI meminta Satuan Tugas Mitigasi PHK segera bertindak karena PHK massal berpotensi memengaruhi pelaku UMKM dan ekosistem digital Indonesia.
Restrukturisasi organisasi dan fokus bisnis
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, TikTok mengonfirmasi PHK massal di Tokopedia sebagai bagian dari penyesuaian organisasi, terutama pada divisi riset dan pengembangan atau R&D. Perusahaan menyatakan langkah itu ditujukan untuk menyelaraskan organisasi pada area yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan, sekaligus mendukung komunitas kreator dan penjual di platform.Juru bicara TikTok menyebut keputusan tersebut bukan langkah yang mudah. Perusahaan juga menegaskan tetap berfokus memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.
Dampak ketenagakerjaan dan respons pemerintah
Respons terhadap kebijakan ini meluas ke ranah parlemen dan pemerintah, dengan penekanan agar proses penyesuaian organisasi tetap mengedepankan dialog serta perlindungan hak pekerja. Isu ini menjadi sensitif karena TikTok dan Tokopedia selama ini berperan besar dalam menopang aktivitas perdagangan digital dan pelaku UMKM di Indonesia.Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin meminta Satuan Tugas Mitigasi PHK segera turun tangan menyikapi PHK massal tersebut. Menurut dia, kedua platform marketplace itu merupakan penggerak penting bagi UMKM, sehingga dampak restrukturisasi terhadap tenaga kerja dan ekosistem digital perlu dimitigasi secara cepat.
Dalam artikel kami sebelumnya, pemerintah menyiapkan pertemuan dengan manajemen serta pekerja Tokopedia dan TikTok untuk mendalami isu PHK massal di bisnis platform digital. Pendalaman ini melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan dan diarahkan untuk mengumpulkan fakta di lapangan, menilai kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan, serta memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi sebelum langkah lanjutan ditetapkan.
Berita Labor Market Terbaru
- Forex
- Crypto