Aftech menilai universal banking dorong akses produk keuangan di Indonesia
Dorongan integrasi layanan keuangan di Indonesia menguat seiring penerapan konsep universal banking dalam UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, atau UU P2SK. Asosiasi Fintech Indonesia menilai kebijakan ini dapat memperluas jangkauan produk keuangan sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional.
Sorotan
- Aftech menyatakan implementasi universal banking setelah UU P2SK mendorong integrasi layanan keuangan, memperluas akses produk tidak hanya di perbankan tetapi juga pasar modal.
- Kolaborasi bank, fintech, pasar modal, dan manajer investasi dinilai Aftech mampu meningkatkan efisiensi layanan serta memperluas produk keuangan bagi nasabah.
- Aftech mencatat 50% populasi Indonesia, atau 128 juta jiwa, adalah milenial dan Gen Z, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dan transformasi melalui adopsi AI serta keamanan siber.
Implementasi UU P2SK dan dorongan integrasi layanan
KONTAN Indonesia melaporkan, Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir mengatakan implementasi universal banking menjadi terobosan yang mendukung integrasi layanan keuangan di Indonesia. Dalam acara Indonesia Digital Bank Summit 2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026), ia menyebut konsep tersebut memungkinkan hadirnya lebih banyak produk keuangan, tidak hanya di perbankan tetapi juga di pasar modal dan layanan keuangan lain.
Menurut Pandu, perluasan ragam produk itu berpotensi membuka akses masyarakat ke layanan keuangan yang lebih luas. Ia menilai kondisi tersebut juga memperkuat sistem perbankan nasional dan membantu pendalaman pasar keuangan, sehingga memberi manfaat bagi pelaku industri maupun masyarakat.
Aftech juga melihat kolaborasi antara perbankan, perusahaan fintech, pasar modal, dan pengelola investasi akan semakin erat seiring implementasi universal banking. Integrasi itu dinilai dapat meningkatkan efisiensi layanan dan memperluas pilihan produk keuangan bagi nasabah.
Potensi ekonomi digital dan arah transformasi industri
Pandu mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital, ditopang struktur demografi yang didominasi generasi produktif serta meningkatnya adopsi layanan digital. Ia menyebut hampir 50% populasi Indonesia, atau sekitar 128 juta jiwa, merupakan generasi milenial dan Gen Z.Ia menambahkan pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 37% konsumen baru ekonomi digital, sekitar 45% pelaku usaha aktif memanfaatkan e-commerce, dan satu dari lima pelaku usaha telah menggunakan platform e-commerce.
Di sisi lain, Aftech menilai perkembangan teknologi tetap menjadi pendorong utama transformasi industri jasa keuangan. Pandu mengatakan inovasi baru hampir selalu muncul dalam kurun tiga hingga enam bulan, dengan artificial intelligence, atau AI, dan keamanan siber menjadi dua teknologi yang diperkirakan paling banyak memengaruhi sektor perbankan dan fintech ke depan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang fokus pembiayaan P2P lending/LPBBTI untuk UMKM, kami membahas penegasan AFTECH bahwa penyaluran dana tetap diarahkan ke sektor produktif meski porsi pembiayaan fintech produktif sempat menurun pada April 2026. Kami juga menyoroti dorongan penggunaan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) agar penilaian risiko lebih terukur, sehingga akses pendanaan UMKM tetap terbuka di tengah tekanan komposisi pembiayaan.
- Forex
- Crypto