Polisi sita Rp67 miliar terkait penyidikan korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel di Jakarta
Penggeledahan di sebuah restoran dan money changer di kawasan Cipete Raya, Jakarta Selatan, menghasilkan penyitaan uang dalam berbagai mata uang senilai total sekitar Rp67 miliar pada Rabu, 8 Juli 2026. Tindakan ini menjadi bagian dari penyidikan dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap yang terkait perkara batu bara PLN serta penanganan hukum PT Asabri, Asuransi Jiwasraya, dan transaksi PT CBS kepada PT KNO.
Sorotan
- Polisi menyita 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., dan Rp259.159.000 di restoran de Clan Cipete, setara hampir Rp60 miliar.
- Di lokasi money changer, penyidik menyita 16 mata uang asing setara Rp7,2 miliar dan membawa tiga karyawan untuk diperiksa sebagai saksi.
- Penyidikan merambah dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Asabri, Jiwasraya, PLN, dan Krakatau Steel dalam periode 2020-2025, menandakan kasus berpotensi sistemik.
Rincian penyitaan dan dasar penyidikan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepolisian menyita uang 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., dan Rp259.159.000 dari sebuah brankas di restoran de Clan di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan nilai temuan di restoran itu setelah dikonversi mencapai hampir Rp60 miliar.Di lokasi money changer, penyidik juga menyita 16 mata uang asing senilai Rp7,2 miliar bersama 71 barang bukti lain. Uang-uang tersebut disimpan dalam koper dan telah dibawa ke Polda Metro Jaya, sementara tiga karyawan turut dibawa untuk diperiksa sebagai saksi.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dua laporan polisi yang mencakup dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, dan dugaan suap. Ia merinci laporan itu berkaitan dengan proses penanganan hukum PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya dalam kurun 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penyelesaian uang PT CBS kepada PT KNO oleh penyelenggara negara pada periode yang sama.
Dampak terhadap penegakan hukum dan sektor BUMN
Kasus ini memperluas fokus penyidik dari dugaan korupsi batu bara PLN ke aliran dana lintas entitas yang juga menyentuh Asabri dan Krakatau Steel. Besarnya nilai sitaan dan keberagaman mata uang menunjukkan penyidik sedang menelusuri dugaan pergerakan dana yang lebih kompleks, termasuk kemungkinan upaya penyamaran asal-usul aset.Sampai Rabu malam, personel Brimob yang dilengkapi senjata masih berjaga di sekitar restoran dan money changer tersebut. Kehadiran aparat di lokasi menandakan proses pengamanan barang bukti dan pengembangan penyidikan masih berlangsung, dengan potensi implikasi bagi pengawasan tata kelola di lingkungan BUMN dan penanganan perkara keuangan negara.
Penggeledahan polisi di Cipete Raya terkait dugaan korupsi batu bara dan pencucian uang yang dikaitkan dengan PLN, Asabri, dan Krakatau Steel sebelumnya menjadi sorotan dalam laporan kami. Saat itu, aparat memeriksa money changer di samping restoran dan mengamankan lokasi dengan penjagaan Brimob, sementara aktivitas sekitar sempat menarik perhatian warga dan memperlambat arus lalu lintas.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto