Polri memperluas penyidikan korupsi Asabri-Jiwasraya dengan penggeledahan 12 lokasi di Jakarta dan Bogor
Penyidikan dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap yang terkait penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya memasuki tahap pengumpulan bukti melalui penggeledahan di 12 lokasi pada Rabu, 8 Juli 2026. Operasi ini menarik perhatian karena mencakup sejumlah kantor dan rumah pribadi, serta menghasilkan penyitaan uang tunai dan valuta asing dalam jumlah besar.
Sorotan
- Polri memperluas penyidikan korupsi Asabri-Jiwasraya dengan menggeledah 12 lokasi di Jakarta dan Bogor berdasarkan dua laporan polisi terkait periode 2020-2025.
- Penyidik menyita 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., dan Rp 259.159.000 tunai dari ruang tersembunyi di Cafe de'Clan Signature Cipete dalam penggeledahan.
- Temuan besar aset tunai memperkuat fokus penyelidikan pada penelusuran aliran dana dan aset, menambah intensitas pengawasan pada kasus korupsi BUMN asuransi.
Ruang lingkup penggeledahan dan dasar penyidikan
Seperti diberitakan Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan berdasarkan dua laporan polisi. Penyidikan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan suap dalam penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025.Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana dalam proses penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara. Dalam rangkaian itu, lokasi yang digeledah meliputi Cafe de'Clan Signature di Cipete, Koin Money Changer di Cipete Selatan, PT CBS di Cengkareng Timur, kantor pusat PT CBS di Penjaringan, PT KNI di Petojo Selatan, rumah berinisial MN di Serpong Utara, rumah berinisial TK di Mega Kuningan, kantor atau grup DMG/CP di Kuningan, PT PML di Karet Kuningan, rumah berinisial DR di Gandaria Selatan, apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, serta sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan. Langkah itu menjadi bagian dari pemenuhan alat bukti dalam penanganan perkara yang sedang berjalan.
Temuan uang besar dan implikasi penyidikan
Salah satu titik yang paling menjadi perhatian adalah Cafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Di lantai dua yang difungsikan sebagai kantor, penyidik menemukan ruang tersembunyi di balik lemari kayu yang berisi dua brankas, dokumen, koper, serta uang dalam mata uang asing.Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan dari lokasi itu penyidik menyita 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., serta uang tunai Rp 259.159.000. Besarnya nilai sitaan menunjukkan penyidikan bergerak pada penelusuran aliran dana dan aset, di tengah perhatian publik yang juga tertuju pada penjagaan personel TNI bersenjata di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah pada hari yang sama.
Namun, dalam keterangan yang tersedia, kepolisian baru menjelaskan dasar penggeledahan, sebaran lokasi, dan barang bukti yang dicari serta disita. Penjelasan lebih lanjut mengenai alasan penjagaan TNI di rumah Jampidsus belum diuraikan dalam bagian keterangan yang tersedia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penggeledahan Polda Metro Jaya di Restoran de Clan dan Koin Money Changer di Cipete, penyidik mengungkap penyitaan uang dan dokumen bernilai besar sebagai bagian dari penelusuran dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap pada periode 2020–2025. Laporan itu menyoroti temuan valuta asing dan rupiah, termasuk uang dari berbagai jenis mata uang di money changer, yang menguatkan indikasi penelusuran aliran dana dan perluasan titik penyidikan.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto