Polda Metro Jaya perluas penggeledahan 12 lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi dan TPPU di Jakarta
Penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, menjadi bagian dari rangkaian penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang, dan suap yang kini menjangkau sedikitnya 12 lokasi di Jakarta. Operasi itu juga menyasar money changer di sebelah restoran serta sejumlah rumah dan kantor di kawasan Sudirman dan Kuningan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Sorotan
- Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri menggeledah 12 lokasi di Jakarta, termasuk Cafe de'Clan Cipete dan Point Money Changer, pada 20 Juni 2024.
- Penyidikan terkait dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, Krakatau Steel, serta pemadaman listrik Sumatera, dengan proses hukum menyasar sektor energi dan jasa keuangan.
- Polisi mengamankan rumah Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah, namun belum mengaitkan secara resmi penggeledahan dengan kepemilikan Cafe de'Clan.
Rangkaian penggeledahan dan dasar penyidikan
Seperti diberitakan Kompas.com, tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Bareskrim Polri menggeledah sejumlah lokasi untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan. Di lokasi Cipete, polisi menggeledah Cafe de'Clan di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, serta Point Money Changer yang berada tepat di sebelahnya.Penggeledahan itu menarik perhatian warga sekitar setelah belasan personel polisi bersenjata berjaga di area tersebut sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah anggota reserse juga terlihat keluar masuk restoran dan area money changer selama proses berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk pemenuhan alat bukti. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon menyatakan langkah itu dilakukan berdasarkan dua laporan polisi terkait dugaan tindak pidana korupsi, TPPU, dan suap.
Keterkaitan perkara dan dampak hukum
Selain lokasi di Cipete, penyidik juga menggeledah tempat lain di kawasan Sudirman dan Kuningan, termasuk sejumlah rumah dan kantor. Polisi juga melakukan pengamanan di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, namun belum mengaitkan penggeledahan tersebut dengan kepemilikan Cafe de'Clan.Budi menyatakan informasi mengenai dugaan kepemilikan restoran itu masih harus didalami dan kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia menegaskan pengaitan pihak tertentu di luar pernyataan resmi kepolisian bukan bagian dari sikap penyidik.
Menurut kepolisian, penyidikan ini berkaitan dengan dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel, serta perkara yang disebut berhubungan dengan pemadaman listrik di Sumatera. Victor menambahkan salah satu perkara terkait dengan proses penanganan hukum PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya pada periode 2020-2025, yang menandakan cakupan kasus ini menyentuh sektor energi, jasa keuangan, dan penegakan hukum.
Penggeledahan di restoran Prancis di Cipete, Jakarta Selatan, sebelumnya kami soroti sebagai bagian dari perluasan penyidikan dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap yang dikaitkan dengan perkara blackout di Sumatera. Dalam operasi tersebut, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi valuta asing dan menyita dokumen, seiring penggeledahan di sejumlah titik lain seperti Sudirman dan Kuningan untuk menelusuri aliran dana terkait kasus ini.
Berita Excellence Trade Terbaru
- Forex
- Crypto