Program Tabungan Hari Tua menjadi lini dengan tekanan klaim tertinggi dalam portofolio PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ASABRI (Persero) pada 2025. Nilai klaim THT mencapai Rp 1,52 triliun, melampaui pendapatan premi Rp 1,31 triliun, sekaligus menunjukkan kenaikan rasio klaim dibandingkan 2024.
Sorotan
- ASABRI mencatat rasio klaim program THT sebesar 115,65% pada 2025, naik dari 111,37% pada 2024 dengan pembayaran klaim Rp 1,42 triliun.
- Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian mencatat rasio klaim masing-masing 42,88% dan 55,27% pada 2025, jauh di bawah program THT.
- Jumlah peserta ASABRI meningkat 4,78% yoy menjadi 1,55 juta pada 2025, meski klaim program THT tetap tinggi dengan 56.782 kasus.
Rincian rasio klaim dan pembayaran manfaat
KONTAN melaporkan, Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi Manullang menyampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR RI pada Rabu (8/7/2026) bahwa rasio klaim program THT mencapai 115,65% pada 2025. Ia mengatakan rasio klaim yang selama ini menjadi perhatian di ASABRI berasal dari program THT karena posisinya berada di atas 100%.Pada 2024, klaim yang dibayarkan untuk program THT tercatat Rp 1,42 triliun, sedangkan pendapatan premi sebesar Rp 1,27 triliun. Dengan demikian, rasio klaim program THT pada 2024 berada di level 111,37%, lebih rendah dibandingkan 2025.
Untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja, pembayaran klaim pada 2025 mencapai Rp 99,69 miliar dengan pendapatan premi Rp 232,49 miliar, sehingga rasio klaimnya sebesar 42,88%. Sementara itu, program Jaminan Kematian mencatat klaim Rp 167,87 miliar dan premi Rp 303,74 miliar, dengan rasio klaim 55,27%.
Dampak pada profil kepesertaan dan beban layanan
Dari sisi volume layanan, total kejadian klaim untuk program THT, JKM, dan JKK mencapai 69.749 kasus sepanjang 2025. Rinciannya terdiri dari 56.782 kejadian klaim THT, 4.519 kejadian klaim JKK, dan 8.448 kejadian klaim JKM.Di tengah tingginya klaim pada program THT, jumlah kepesertaan ASABRI justru meningkat pada 2025. Total peserta tercatat 1,55 juta, naik 4,78% secara tahunan, dengan 1,05 juta peserta aktif dan 500.170 peserta pensiun.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang proyeksi kinerja keuangan ASABRI pada 2026, kami membahas perkiraan turunnya hasil investasi akibat tekanan pasar, kenaikan suku bunga, dan gejolak global. Kami juga menyoroti dampaknya pada profitabilitas dan solvabilitas, ketika laba diproyeksikan berbalik menjadi rugi serta rasio solvabilitas turun meski aset masih diperkirakan tumbuh.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto