Bank Jago luncurkan fitur rapor kredit untuk pemantauan kesehatan pinjaman

Bank Jago luncurkan fitur rapor kredit untuk pemantauan kesehatan pinjaman
Pantau kredit lebih mudah

Di tengah masih rendahnya literasi pembiayaan di Indonesia, PT Bank Jago Tbk meluncurkan fitur Rapor Kredit di Aplikasi Jago untuk membantu nasabah memantau kesehatan pinjaman sebelum mengajukan kredit baru. Fitur ini memungkinkan debitur mengakses riwayat kredit dari Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK secara langsung, sekaligus memahami posisi keuangan mereka dengan lebih transparan.

Sorotan

  • Bank Jago meluncurkan fitur Rapor Kredit pada 9 Juli untuk memantau riwayat dan status kredit debitur melalui aplikasi berbasis SLIK OJK.
  • Fitur Rapor Kredit menawarkan Credit Health Tips berupa edukasi dan rekomendasi personal guna membantu perbaikan atau menjaga kualitas kredit nasabah.
  • Peluncuran ini menanggapi rendahnya literasi pembiayaan, dengan literasi keuangan perbankan di 65,5% menurut Survei Nasional OJK 2025, dan berlaku untuk semua debitur Bank Jago.

Peluncuran fitur dan fungsi bagi debitur

KONTAN melaporkan, fitur baru ini menjadi bagian dari penerapan prinsip responsible lending atau pembiayaan yang bertanggung jawab di Bank Jago. Melalui Rapor Kredit, nasabah dapat melihat riwayat kredit yang bersumber dari SLIK Otoritas Jasa Keuangan, memantau status kredit, dan memperoleh gambaran kondisi pinjaman secara lebih mudah melalui aplikasi.

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono mengatakan kemudahan memperoleh pembiayaan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai kondisi keuangan pribadi agar nasabah dapat mengelola utang secara sehat. Dalam keterangan resmi pada Kamis, 9 Juli, ia menyatakan Bank Jago berharap debitur mengambil pinjaman secara lebih bijak dan terukur sesuai kemampuan finansialnya.

Selain menampilkan riwayat dan status kredit, Rapor Kredit juga dilengkapi fitur Credit Health Tips. Fitur ini berisi artikel edukasi dan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi kredit masing-masing nasabah, baik untuk menjaga kualitas kredit yang sudah baik maupun membantu perbaikan kredit secara bertahap.

Literasi pembiayaan dan dampaknya bagi industri

Peluncuran fitur ini didorong oleh masih rendahnya literasi masyarakat terkait pembiayaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis OJK, tingkat literasi keuangan pada pembiayaan perbankan baru mencapai 65,5%.

Literasi pada lembaga pembiayaan non-bank tercatat 44,7%, sementara pada layanan fintech lending sebesar 24,9% dan lembaga keuangan mikro 9,8%. Bank Jago menilai, di tengah akses pembiayaan yang semakin mudah, pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan utang dan kesehatan kredit menjadi semakin penting agar keputusan pembiayaan tetap sesuai kemampuan finansial.

Saat ini, fitur Rapor Kredit sudah dapat digunakan oleh seluruh debitur Bank Jago, termasuk pengguna layanan Jago Dana Cepat dan Dana Siaga. Kehadiran fitur tersebut sekaligus melengkapi ekosistem produk responsible lending yang telah dimiliki perseroan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi Prudential Indonesia membidik segmen usia muda, kami membahas peluncuran produk PRUMapan dan aplikasi Levela untuk kelompok usia 18–25 tahun sebagai sarana edukasi literasi keuangan. Ulasan tersebut menekankan pentingnya membangun kebiasaan perencanaan keuangan sejak dini agar generasi muda lebih siap mengambil keputusan finansial jangka panjang secara lebih terukur.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.