Industri asuransi syariah catat kenaikan kontribusi pada Mei 2026

Industri asuransi syariah catat kenaikan kontribusi pada Mei 2026
Asuransi syariah naik tajam

Perbaikan kinerja industri asuransi syariah berlanjut pada Mei 2026 setelah perlambatan pada bulan sebelumnya. Total kontribusi industri mencapai Rp9,15 triliun, naik 18,10% dari April 2026, di tengah pemulihan aktivitas bisnis dan ekonomi pasca lebaran.

Sorotan

  • Total kontribusi industri asuransi syariah naik 18,10% year-on-year menjadi Rp9,15 triliun per Mei 2026 menurut OJK.
  • Kenaikan kontribusi didorong oleh normalisasi aktivitas bisnis pasca April 2026 dan peningkatan produksi baru pada segmen asuransi umum syariah.
  • Total aset asuransi jiwa syariah naik menjadi Rp37,72 triliun dan asuransi umum syariah menjadi Rp10,67 triliun per Mei 2026, meningkat dari tahun sebelumnya.

Kenaikan kontribusi dan pemulihan aktivitas

Seperti diberitakan Kontan, data Otoritas Jasa Keuangan, OJK, yang disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner bulan Juni 2026 pada Selasa (7/7) menunjukkan total kontribusi asuransi syariah secara industri naik 18,10% menjadi Rp9,15 triliun per Mei 2026.

Angka tersebut membaik dibanding April 2026 yang mencatat total kontribusi sebesar Rp7,35 triliun. Pengamat asuransi Wahyudin Rahman menilai pemulihan itu terutama didorong normalisasi aktivitas bisnis setelah perlambatan pada April, serta peningkatan produksi baru di segmen asuransi umum syariah.

Ia juga menyebut pulihnya aktivitas ekonomi pasca lebaran turut menopang kenaikan kinerja industri pada periode tersebut.

Dukungan aset dan prospek permintaan

Menurut Wahyudin, di tengah berbagai tantangan, fundamental industri asuransi syariah masih terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset asuransi syariah serta ketahanan permodalan industri yang dinilai masih kuat.

Ia melihat ada indikasi perbaikan permintaan terhadap produk asuransi syariah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan berbasis syariah. Perusahaan asuransi juga dinilai semakin aktif mengembangkan produk dan memperluas kanal distribusi, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis di lini syariah.

Pada Mei 2026, total aset asuransi jiwa syariah mencapai Rp37,72 triliun, sedangkan total aset asuransi umum syariah mencapai Rp10,67 triliun. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, angka itu meningkat dari Rp34,48 triliun untuk aset asuransi jiwa syariah dan Rp9,59 triliun untuk aset asuransi umum syariah per Mei 2025.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek permintaan produk asuransi syariah pada semester II-2026, kami mencatat pertumbuhan diperkirakan tetap berlanjut meski lebih moderat. Pembahasan menyoroti pendorong seperti pemulihan ekonomi domestik, penguatan ekosistem keuangan syariah, serta inovasi produk dan digitalisasi distribusi, dengan risiko tekanan daya beli dan ketidakpastian global yang perlu diantisipasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.