Bank digital perluas layanan untuk tarik Gen Z di Indonesia
Perbankan digital di Indonesia kini menyesuaikan layanan untuk nasabah generasi Z yang semakin aktif memakai aplikasi keuangan bukan hanya untuk menabung dan bertransaksi. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya minat kelompok usia muda terhadap fitur pengelolaan dana dan akses investasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
Sorotan
- Minat Gen Z Indonesia terhadap layanan keuangan digital meningkat signifikan sejak pandemi Covid-19, terutama pada produk investasi di Bank Jago.
- Bank Jago mencatat kenaikan penggunaan fitur kantong dan integrasi dengan Bibit dan Stockbit, memungkinkan nasabah mudah berinvestasi melalui aplikasi.
- Persaingan bank digital kini fokus pada pengalaman aplikasi, gamification, dan kolaborasi insentif digital daripada tingkat bunga simpanan untuk menarik Gen Z.
Strategi layanan dan fitur untuk nasabah muda
KONTAN Indonesia melaporkan bank digital memperluas penawaran layanan seiring perubahan perilaku Gen Z dalam menggunakan produk keuangan. Dalam Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta pada Kamis (9/7/2026), Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan minat Gen Z terhadap layanan keuangan digital meningkat signifikan sejak pandemi Covid-19, terutama pada sisi investasi.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan kebutuhan Gen Z kini meluas ke layanan yang membantu pengelolaan keuangan secara lebih menyeluruh. Menurutnya, fitur kantong atau pockets menjadi salah satu layanan yang banyak digunakan untuk mengatur dana bagi kebutuhan harian hingga persiapan investasi.
Bank Jago juga melihat kenaikan penggunaan produk investasi melalui integrasi dengan platform Bibit dan Stockbit. Integrasi itu memungkinkan nasabah menempatkan dana ke instrumen seperti deposito, reksa dana, hingga saham, sementara fitur kantong terkunci dinilai menarik karena memberi kemudahan menyimpan dana dengan akses tetap melalui aplikasi.
Persaingan bank digital bergeser dari bunga ke pengalaman aplikasi
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengatakan pilihan Gen Z terhadap bank digital tidak lagi terutama ditentukan oleh tingkat bunga simpanan. Kemudahan interaksi, unsur gamification, tampilan aplikasi, keamanan data, serta reputasi bank menjadi faktor yang lebih diperhatikan oleh segmen ini.Bhima menambahkan kolaborasi dengan platform digital dapat memperkuat daya tarik bank digital di kalangan muda, terutama melalui insentif yang terhubung dengan aktivitas digital sehari-hari seperti diskon dan bonus pembelian di platform e-commerce. Hal itu sejalan dengan pola interaksi Gen Z yang banyak berlangsung secara digital.
Vice President LPPI, Trioksa Siahaan, menilai bank digital memiliki keunggulan dalam menarik Gen Z melalui pembukaan rekening yang cepat, bebas biaya administrasi, aplikasi yang sederhana, serta program promosi. Menurutnya, bank digital perlu terus mengembangkan layanan yang personal, mudah digunakan, dan terintegrasi dengan kebutuhan seperti QRIS, pengelolaan keuangan, investasi, dan pembayaran harian.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peluncuran fitur Rapor Kredit di Aplikasi Jago, kami mengulas langkah Bank Jago membantu nasabah memantau riwayat dan kesehatan pinjaman berbasis SLIK OJK sebelum mengajukan kredit baru. Ulasan tersebut menyoroti peran edukasi melalui Credit Health Tips dan dorongan penerapan responsible lending di tengah literasi pembiayaan yang masih rendah.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto