PT RANS Entertainment Indonesia Tbk membantah rumor yang mengaitkan perseroan dengan aktivitas pencucian uang setelah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Perseroan menegaskan seluruh proses penawaran umum perdana saham berjalan sesuai ketentuan regulator pasar modal, di tengah perhatian publik terhadap tata kelola dan keterbukaan informasi emiten baru.
Sorotan
- Manajemen RANS menegaskan seluruh proses IPO telah sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia serta uji kelayakan ketat.
- Emtek berinvestasi sekitar Rp248 miliar pada 2021 untuk mengakuisisi 17-18 persen saham RANS saat valuasi perusahaan sekitar Rp1,3 triliun.
- Valuasi RANS kini lebih dari Rp2 triliun, free float saham di bursa sudah melebihi 20 persen, dan kewajiban keterbukaan informasi sudah dipenuhi.
Klarifikasi manajemen dan proses IPO
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi mengatakan isu pencucian uang lebih merupakan rumor daripada fakta. Ia menyatakan seluruh proses IPO perseroan dijalankan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.Menurut Cyril, setiap emiten yang akan melantai di bursa harus melalui uji kelayakan yang ketat, dengan dokumen serta jawaban atas berbagai pertanyaan regulator yang mencapai ratusan halaman. Proses itu mencakup keterbukaan dari sisi hukum, akuntansi, dan informasi, termasuk keabsahan dokumen transaksi, pembukuan perusahaan, serta pemenuhan kewajiban keterbukaan kepada publik.
Cyril menilai IPO RANS menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi perseroan berdasarkan fakta yang ada. Ia juga menekankan bahwa langkah tersebut mengikuti seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku.
Dukungan investor dan implikasi bagi keterbukaan pasar
Cyril juga menunjuk masuknya Emtek sebagai investor pada 2021 sebagai salah satu bukti kepercayaan terhadap perseroan. Saat itu, kata dia, Emtek berinvestasi sekitar Rp248 miliar untuk mengakuisisi sekitar 17 persen hingga 18 persen saham RANS, ketika valuasi perusahaan berada di kisaran Rp1,3 triliun.Seiring perkembangan bisnis hingga saat ini, valuasi RANS disebut telah meningkat menjadi lebih dari Rp2 triliun. Perseroan juga menyatakan komitmen untuk memenuhi reformasi pasar modal yang menekankan integritas pasar melalui keterbukaan informasi, ketentuan free float minimum 15 persen, serta pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen.
Menurut manajemen, porsi saham RANS yang diperdagangkan di bursa sudah melebihi 20 persen. Perseroan menegaskan kewajiban keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham juga telah dipenuhi sesuai ketentuan BEI.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang IPO PT Rans Entertainment Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia, kami mengulas pencatatan perdana RANS pada 10 Juli 2026 dan bagaimana langkah ini menegaskan potensi ekonomi industri kreatif Indonesia. Kami juga membahas struktur penawaran, antusiasme investor, serta rencana penggunaan dana IPO untuk ekspansi dan penguatan tata kelola sebagai emiten.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto