BTN catat lonjakan transaksi QRIS dan percepat penguatan infrastruktur digital
Pertumbuhan layanan pembayaran digital mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperluas kapasitas sistemnya hingga Juni 2026. Volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi, naik 163% secara tahunan, sementara nilainya meningkat 170% menjadi Rp 9,52 triliun.
Sorotan
- Jaringan Agen Laku Pandai BTN tumbuh 24% menjadi 6.843 agen per Juni 2026, dengan nilai transaksi finansial mencapai Rp 176 miliar.
- BTN menandatangani nota kesepahaman dengan Artajasa untuk penguatan infrastruktur digital, meliputi switching QRIS, integrasi layanan, dan eksplorasi AI.
- Transformasi infrastruktur digital dan kolaborasi Artajasa membuka peluang layanan keuangan terintegrasi baru dan memperkuat kapabilitas pembayaran BTN.
Ekspansi transaksi dan kerja sama pembayaran
KONTAN melaporkan, kenaikan transaksi digital itu juga diikuti pertumbuhan jaringan Agen Laku Pandai BTN hingga 24% menjadi 6.843 agen per Juni 2026, dengan nilai transaksi finansial mencapai Rp 176 miliar.
Senior Executive Vice President Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan perseroan memperkuat kapasitas infrastruktur teknologi agar dapat menampung lonjakan aktivitas transaksi nasabah. Dalam keterangan resmi pada Kamis, 9 Juli, ia menyatakan BTN membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi untuk mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang pesat.
Sebagai bagian dari strategi itu, BTN menandatangani nota kesepahaman dengan Artajasa untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital. Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan billing provider, penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer, layanan cardless cash withdrawal, serta eksplorasi pemanfaatan artificial intelligence dan pengelolaan data.
Dampak bagi transformasi layanan BTN
Thomas menilai penguatan infrastruktur digital sejalan dengan transformasi BTN dari bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan menjadi penyedia ekosistem layanan keuangan yang lebih luas. Menurut dia, ke depan nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, dan solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem.Ia juga mengatakan kolaborasi dengan Artajasa berpotensi memperkuat kapabilitas sistem pembayaran BTN sekaligus membuka peluang lahirnya layanan digital baru. Menurutnya, kerja sama itu diharapkan memberi nilai tambah bisnis bagi kedua perusahaan dan menghasilkan sinergi jangka panjang.
Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja mengatakan perusahaannya berkomitmen mendukung transformasi digital BTN melalui penyediaan infrastruktur pembayaran yang cepat, aman, dan andal. Ia menambahkan kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka ruang inovasi yang memberi nilai tambah bagi nasabah dan mendukung pertumbuhan industri perbankan nasional.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kerja sama BTN dengan BPS, kami membahas langkah perseroan memanfaatkan data statistik nasional untuk menyalurkan KPR lebih tepat sasaran di tengah backlog perumahan yang masih tinggi. Melalui pemetaan kebutuhan hunian berdasarkan lokasi, profil sosial ekonomi, dan kemampuan beli, kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah serta memperluas akses pembiayaan yang lebih terarah.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto