Indonesia dorong hilirisasi nikel ke daur ulang baterai untuk ekosistem kendaraan listrik

Indonesia dorong hilirisasi nikel ke daur ulang baterai untuk ekosistem kendaraan listrik
Nikel daur ulang dukung EV

Indonesia memperluas agenda hilirisasi nikel dari pengolahan mineral dan manufaktur baterai ke pengembangan rantai ekonomi sirkular bagi kendaraan listrik. Pergeseran ini menjadi penting karena pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional memperbesar kebutuhan agar baterai bekas kembali masuk ke siklus industri, bukan berakhir sebagai limbah.

Sorotan

  • Indonesia membangun ekosistem baterai terintegrasi dengan Antam, IBC, CATL, Brunp, dan Lygend, mencakup tambang hingga rencana daur ulang mulai 2030.
  • IBC menargetkan daur ulang baterai untuk mempertahankan nikel, kobalt, dan litium di rantai pasok domestik, sekaligus menekan pembukaan tambang baru dan emisi karbon.
  • Penjualan mobil listrik Indonesia naik dari 272 unit pada 2021 menjadi lebih dari 114 ribu unit pada 2025, memperbesar urgensi hilirisasi dan inovasi teknologi baterai domestik.

Integrasi rantai baterai dan target daur ulang

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indonesia sedang membangun ekosistem baterai terintegrasi melalui konsorsium PT Aneka Tambang Tbk, Indonesia Battery Corporation (IBC), serta Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL), yang mencakup tambang, pemurnian, produksi material baterai, manufaktur sel, hingga rencana fasilitas daur ulang.

Pembangunan pabrik baterai di Karawang ditempatkan sebagai bagian dari perubahan strategi industri, yakni mengolah nikel menjadi produk teknologi bernilai tambah lebih tinggi. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi bahan bermanfaat dengan nilai tambah tinggi menjadi kunci kemakmuran dan kesejahteraan.

Percepatan pembentukan ekosistem itu dijalankan melalui IBC yang mengintegrasikan kekuatan Grup MIND ID, Pertamina, dan PLN. Antam menopang pasokan nikel di sisi hulu, pembangunan fasilitas CAM di Halmahera dan pabrik sel baterai CATIB di Karawang memperkuat segmen midstream dan downstream, sementara PT Bukit Asam mulai mengembangkan artificial graphite sebagai material anoda baterai.

IBC menargetkan masuk ke industri daur ulang mulai 2030. Langkah itu diarahkan untuk menjaga nikel, kobalt, dan litium di dalam baterai bekas tetap berputar di rantai pasok domestik selama mungkin, sekaligus menekan kebutuhan pembukaan tambang baru dan emisi karbon.

Dampak bagi daya saing industri nasional

Bagi Indonesia, penguatan baterai berbasis nickel-mangan-cobalt, atau NMC, tetap relevan karena nikel menjadi material utama yang memberi nilai tambah, sementara bahan baku utama baterai Lithium Iron Phosphate, atau LFP, seperti litium dan fosfat masih bergantung pada impor. Di saat yang sama, kemunculan LFP hingga Lithium Manganese Iron Phosphate, atau LMFP, menunjukkan persaingan teknologi bergerak cepat dan menuntut industri domestik lebih adaptif.

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional memperbesar urgensi strategi tersebut. Penjualan mobil listrik naik dari 272 unit pada 2021 menjadi lebih dari 114 ribu unit pada 2025, sementara penjualan sepeda motor listrik juga terus bertumbuh.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan agenda hilirisasi nasional tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi manfaat nyata dan terukur bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi, transisi energi terbarukan, dan pembangunan industri masa depan. Dalam konteks itu, keunggulan Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya cadangan nikel, tetapi juga oleh kemampuannya mengembangkan riset, manufaktur komponen, perangkat lunak kendaraan listrik, sistem manajemen baterai, serta sumber daya manusia agar tetap mengikuti perubahan teknologi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang peluncuran BBM B50, kami membahas rencana pemerintah menerapkan campuran biodiesel 50% dan solar 50% sebagai perluasan kebijakan biodiesel nasional. Ulasan itu menyoroti dasar regulasinya melalui Kepmen ESDM serta tujuan program untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara bertahap.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.