IHSG menguat pada pembukaan perdagangan Jakarta

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan Jakarta
IHSG naik di pembukaan

Perdagangan saham di Jakarta dibuka di zona hijau pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,40 persen ke level 5.936. Beberapa menit setelah pembukaan, penguatan menipis menjadi 0,35 persen ke 5.932 di tengah nilai transaksi awal Rp629 miliar dan volume 880 juta lembar saham.

Sorotan

  • IHSG dibuka menguat dengan mayoritas indeks acuan naik, LQ45 0,71 persen ke 591 dan JII 0,77 persen ke 348.
  • Sektor energi, konsumer, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi bergerak di zona hijau, sedangkan kesehatan melemah.
  • 326 saham menguat, 138 saham melemah, dengan Insight Investment Management, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) sebagai top gainers.

Kinerja awal indeks dan sektor

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, mayoritas indeks acuan mencatat kenaikan pada awal sesi perdagangan. Indeks LQ45 naik 0,71 persen ke 591, indeks JII menguat 0,77 persen ke 348, indeks MNC36 bertambah 0,65 persen ke 258, dan IDX30 naik 0,63 persen ke 334.

Pergerakan sektoral juga didominasi zona hijau, terutama pada energi, konsumer siklikal, konsumer non siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi. Satu-satunya sektor yang melemah pada awal perdagangan adalah kesehatan.

Aktivitas saham dan top gainers

Data awal menunjukkan 326 saham menguat, 138 saham melemah, dan 501 saham bergerak stagnan. Komposisi ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung positif meski laju penguatan IHSG terbatas setelah pembukaan.

Tiga saham yang memimpin daftar top gainers adalah Insight Investment Management, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Kenaikan pada kelompok saham tersebut ikut menopang suasana perdagangan awal di Bursa Efek Indonesia.

Pembaharuan daftar High Shareholding Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya, termasuk keluarnya PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) sehingga jumlah emiten dalam daftar turun menjadi 14 per 2 Juli 2026. Kami juga menekankan bahwa status HSC bukan sanksi, melainkan bentuk pembinaan untuk mendorong keterbukaan informasi, sejalan dengan evaluasi kepatuhan free float minimum 15% guna memperkuat likuiditas dan transparansi pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.