Pemerintah kejar target 10 juta wirausaha baru hingga 2029

Pemerintah kejar target 10 juta wirausaha baru hingga 2029
10 Juta Wirausaha Baru

Pemerintah menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha baru hingga 2029 untuk menaikkan rasio kewirausahaan nasional dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Sasaran itu diharapkan mendorong rasio kewirausahaan Indonesia dari 3,35 persen menjadi 3,6 persen pada 2029, di tengah masuknya sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja ke pasar kerja setiap tahun.

Sorotan

  • Pemerintah menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha baru hingga 2029 dengan melibatkan dunia usaha melalui program pembinaan pengembangan bisnis.
  • UMKM sebanyak 65,5 juta unit menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB Indonesia.
  • Rasio wirausaha Indonesia per Februari 2026 sebesar 3,43 persen, masih tertinggal dibanding Malaysia, Thailand, dan Singapura, meski ekonomi tumbuh 5,61 persen tahunan.

Target kewirausahaan dan peran dunia usaha

Menurut Okezone Economy Indonesia, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, melalui program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan bisnis.

Maman mengatakan semakin banyak perusahaan yang membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja. Ia menilai pembinaan perlu diarahkan pada pengembangan kapasitas usaha agar peserta dapat tumbuh menjadi pengusaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan pemerintah perlu mendukung lebih banyak program serupa agar dapat ditiru oleh kelompok usaha lain untuk melahirkan entrepreneur baru di Indonesia.

Dampak bagi tenaga kerja dan ekonomi nasional

Kebutuhan untuk menambah jumlah wirausaha dinilai semakin mendesak seiring bertambahnya angkatan kerja setiap tahun. Dalam konteks itu, UMKM yang berjumlah sekitar 65,5 juta unit saat ini menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto, atau PDB.

Meski ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, rasio wirausaha Indonesia hingga Februari 2026 masih sekitar 3,43 persen. Angka itu masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, sehingga perluasan basis wirausaha menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya serap tenaga kerja dan struktur ekonomi domestik.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang peluang UMKM berbasis ekonomi sirkular, kami mengulas kerajinan miniatur kendaraan dari limbah kayu yang mampu mengurangi sampah produksi sekaligus menciptakan nilai tambah. Kami juga menyoroti bahwa daya saing pelaku usaha lebih bertumpu pada kualitas, desain unik, branding, dan akses pasar digital, sementara keberlanjutan membutuhkan dukungan ekosistem seperti akses pasar, pasokan bahan baku, inovasi, dan regenerasi pengrajin.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.