UMKM kerajinan kayu limbah dinilai berpotensi dorong ekonomi sirkular

UMKM kerajinan kayu limbah dinilai berpotensi dorong ekonomi sirkular
UMKM kayu limbah dorong ekonomi

Dorongan menuju ekonomi hijau membuka ruang pertumbuhan bagi UMKM yang memanfaatkan sisa bahan produksi menjadi barang bernilai tambah. Di Jakarta Selatan, kerajinan miniatur kendaraan dari limbah kayu dinilai menunjukkan bagaimana pengurangan sampah industri dapat berjalan seiring dengan penciptaan nilai ekonomi.

Sorotan

  • UMKM kerajinan miniatur kayu limbah dinilai Indef mampu meningkatkan nilai tambah, mengurangi sampah produksi, dan mendorong ekonomi sirkular.
  • Keunggulan perajin lokal berasal dari detail pengerjaan, desain unik, dan brand cerita lokal, bukan persaingan harga, sehingga akses pasar digital dan diferensiasi menjadi kunci.
  • Keberlanjutan usaha bergantung pada pembukaan akses pasar, regenerasi pengrajin, pasokan bahan baku, inovasi desain, dan ekosistem dukungan dari pemerintah.

Peluang usaha dan nilai tambah produk

Seperti diberitakan Kompas.com, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai kerajinan miniatur kayu berbasis limbah industri merupakan contoh konkret penerapan ekonomi sirkular di tingkat UMKM. Ia mengatakan limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah tinggi, sekaligus mengurangi sampah produksi dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku.

Di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, lapak UD Senang Anak menjual miniatur truk, bus, dan mobil bak berbahan kayu yang disusun di rak bertingkat. Produk-produk itu dibungkus plastik bening untuk melindunginya dari debu kendaraan di jalan raya, mencerminkan upaya pelaku usaha menjaga kualitas barang di tengah kondisi lapak yang sederhana.

Rizal menilai daya saing perajin lokal tidak bertumpu pada kemampuan bersaing harga dengan produk pabrikan atau barang impor murah. Menurut dia, keunggulan justru terletak pada detail pengerjaan, desain unik, sentuhan buatan tangan, dan cerita lokal yang melekat pada setiap produk, sehingga strategi yang lebih tepat adalah memperkuat diferensiasi, kualitas, branding, dan akses pasar digital.

Tantangan regenerasi dan dukungan ekosistem

Ia mengatakan tantangan paling menentukan bagi keberlanjutan usaha kerajinan seperti ini adalah akses pasar dan regenerasi pengrajin. Jika pasar tidak berkembang, usaha dinilai sulit menciptakan pendapatan yang cukup menarik bagi generasi muda, sementara tanpa regenerasi keterampilan produksi berisiko hilang secara bertahap.

Karena itu, keberlanjutan usaha disebut membutuhkan kombinasi kepastian pasar, pasokan bahan baku, inovasi desain, dan transfer keterampilan ke generasi berikutnya. Rizal juga menilai pemerintah perlu membangun ekosistem dari hulu sampai hilir, termasuk menghubungkan industri penghasil limbah kayu dengan UMKM, memperluas akses pembiayaan, memperkuat pelatihan desain dan pemasaran digital, serta membuka kanal promosi melalui e-commerce, pameran, dan pasar ekspor.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang perluasan hilirisasi nikel ke ekonomi sirkular baterai kendaraan listrik, kami mengulas upaya Indonesia membangun ekosistem baterai terintegrasi dari tambang hingga rencana fasilitas daur ulang mulai 2030. Fokusnya adalah menjaga nikel, kobalt, dan litium dari baterai bekas tetap berputar di rantai pasok domestik untuk menekan pembukaan tambang baru sekaligus mengurangi emisi, seiring lonjakan penjualan kendaraan listrik yang meningkatkan urgensi pengelolaan limbah baterai.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.