DKI Jakarta lanjutkan normalisasi Ciliwung hingga 2029
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan normalisasi Kali Ciliwung sebagai bagian dari penanganan banjir jangka menengah hingga panjang di ibu kota. Target pembebasan lahan di salah satu titik proyek di Jakarta Selatan rampung pada akhir 2026, dengan manfaat bertahap yang ditargetkan terasa hingga 2029.
Sorotan
- Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembebasan lahan untuk 170 bangunan di ruas Rawajati hingga Cililitan selesai pada akhir 2026, dengan 62 bangunan telah dibebaskan.
- Normalisasi Kali Ciliwung yang ditargetkan tuntas pada 2027 ini diharapkan meningkatkan kapasitas sungai dan mengurangi risiko banjir sebagai solusi jangka menengah–panjang.
- Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp300 miliar untuk mendukung pembebasan lahan Kali Ciliwung, mempercepat kelanjutan proyek hingga 2029.
Target pembebasan lahan dan jadwal proyek
Seperti dilaporkan Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan program normalisasi Kali Ciliwung terus berjalan saat meninjau progres pembebasan lahan di Jakarta Selatan pada Jumat, 10 Juli 2026. Ia mengatakan perkembangan di salah satu titik proyek mulai terlihat setelah prosesnya sempat terhenti cukup lama.Dari target 170 bangunan yang harus dibebaskan di lokasi tersebut, sebanyak 62 bangunan telah selesai dibebaskan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh pembebasan lahan di kawasan itu selesai pada akhir tahun ini.
Jika target itu tercapai, normalisasi Ciliwung di ruas Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan ditargetkan selesai pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Pramono juga menyebut penetapan lokasi, penlok, untuk sumbu utama di kawasan tersebut sudah ditandatangani.
Dampak anggaran dan pengurangan risiko banjir
Menurut Pramono, pelebaran alur sungai melalui normalisasi meningkatkan kapasitas tampung air sehingga dampak banjir dapat dikurangi. Ia menempatkan proyek ini sebagai bagian dari solusi jangka menengah hingga panjang untuk pengendalian banjir di Jakarta.Tidak hanya di Kali Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama. Seluruh rangkaian pekerjaan itu ditargetkan memberi manfaat bertahap kepada warga, dengan dampak yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta pada 2029.
Untuk mendukung pelaksanaan proyek tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp300 miliar bagi pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung. Dana itu menjadi bagian penting untuk mempercepat kelanjutan proyek yang sebelumnya sempat berhenti selama beberapa tahun.
Pembahasan kami sebelumnya tentang opsi pendanaan BUMD lewat pasar modal mengulas dorongan Pemprov DKI Jakarta agar perusahaan daerah mengeksplorasi creative financing, termasuk IPO, untuk menambah sumber dana di luar APBD. Artikel itu juga menekankan bahwa langkah go public menuntut penguatan tata kelola serta kemampuan menyeimbangkan orientasi komersial dengan fungsi layanan publik, seperti pada kajian untuk PAM Jakarta.
Berita Bank of Japan Terbaru
- Forex
- Crypto