Indonesia perketat pengawasan logam tanah jarang di tengah dugaan ekspor ilegal
Logam tanah jarang makin menjadi sorotan di Indonesia seiring meningkatnya temuan dugaan pengiriman ilegal mineral strategis tersebut dari Batam. Komoditas ini dilarang diekspor pemerintah karena bernilai ekonomi tinggi dan penting bagi pengembangan industri teknologi nasional.
Sorotan
- Kejaksaan Agung mengamankan 15 kontainer berisi sekitar 390 ton logam tanah jarang di Batam dan mengungkap dua pengiriman lolos ekspor ilegal.
- Pada awal Juni 2026, Koarmada RI menggagalkan ekspor ilegal mineral strategis yang diangkut TB Capricorn 106 dan TK Capricorn 92.210 di perairan Batam.
- Logam tanah jarang bernilai strategis tinggi bagi industri elektronik dan kendaraan listrik, tetapi pemisahan kimianya menuntut teknologi yang belum dikuasai penuh di Indonesia.
Kasus Batam dan karakter mineral strategis
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kejaksaan Agung mengungkap dugaan dua pengiriman material yang mengandung logam tanah jarang telah lolos untuk diekspor, sementara 15 kontainer lain berisi sekitar 390 ton material serupa diamankan di Batam sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Sebelumnya pada awal Juni 2026, Koarmada RI juga menggagalkan dugaan ekspor ilegal mineral strategis yang diangkut kapal tugboat TB Capricorn 106 dan tongkang TK Capricorn 92.210 di perairan Batam, Kepulauan Riau.Rangkaian temuan itu menunjukkan logam tanah jarang mulai menjadi sasaran perdagangan ilegal. Dalam praktik pertambangan, mineral ini tidak berdiri sendiri, melainkan umumnya muncul sebagai produk sampingan dari tambang lain, termasuk timah.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengatakan material tambang tersebut harus melalui proses pemisahan kimia agar unsur-unsur logam tanah jarang dapat diekstraksi. Ia menilai potensi Indonesia cukup besar, tetapi proses pemisahan membutuhkan teknologi tertentu yang belum tentu dapat dilakukan sendiri di dalam negeri.
Nilai industri bagi elektronik dan kendaraan listrik
Logam tanah jarang merupakan kelompok 17 unsur kimia yang memiliki sifat fisik dan magnetik khusus, sehingga menjadi bahan baku penting bagi berbagai teknologi modern. Meski disebut tanah jarang, unsur-unsur ini tidak selalu langka di kerak bumi, tetapi jarang ditemukan dalam kadar tinggi sehingga penambangan dan pemisahannya rumit serta mahal.Kelompok ini mencakup 15 unsur lantanida, ditambah skandium dan itrium. Sejumlah unsur yang banyak dimanfaatkan antara lain neodimium, disprosium, terbium, serium, dan lantanum.
Menurut Fahmy, nilai strategis logam tanah jarang terletak pada penggunaannya di industri berteknologi tinggi, mulai dari ponsel pintar, laptop, televisi, hingga hard disk. Mineral ini juga menjadi komponen penting dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama untuk memproduksi magnet permanen berkekuatan tinggi pada motor listrik.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyitaan aset Rp543 miliar dalam penyidikan dugaan korupsi dan TPPU terkait perkara batu bara, kami mengulas rangkaian penggeledahan di 13 lokasi yang berujung pada penyitaan uang ratusan miliar rupiah serta emas 74 kilogram. Kami juga menyoroti bahwa hingga 10 Juli 2026 penyidik belum menetapkan tersangka, di tengah dorongan kepastian hukum dan kemungkinan penetapan tersangka korporasi.
Berita Commodities Terbaru
- Forex
- Crypto