Polda Metro Jaya, TNI dan Kejaksaan hadapi sorotan atas rangkaian penggeledahan dan pengamanan

Polda Metro Jaya, TNI dan Kejaksaan hadapi sorotan atas rangkaian penggeledahan dan pengamanan
Sorotan atas aksi aparat

Rangkaian penggeledahan, penyitaan aset, dan pengamanan aparat pada 8 sampai 10 Juli 2026 memicu sorotan baru terhadap hubungan antarlembaga penegak hukum dan keamanan di Jakarta serta Bogor. Perkembangan itu menguatkan persepsi publik bahwa proses hukum dalam sejumlah perkara korupsi besar kini beririsan dengan manuver kekuasaan dan kepentingan institusional.

Sorotan

  • Tim gabungan Polri melakukan penggeledahan di 12 sampai 13 lokasi di Jakarta dan Bogor pada 8 Juli terkait korupsi PLN, PT Asabri, Jiwasraya, dan pencucian uang PT CBS-PT KNI.
  • Polisi menyita uang sekitar Rp67 miliar dari kafe di Cipete dan brankas berisi 74 kilogram emas serta valas Rp476 miliar dari rumah di Sentul.
  • Rumah di Sentul, milik Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah dan lokasi penyitaan, tidak tercatat dalam LHKPN Maret 2026, sementara isi brankas melebihi kekayaan resminya.

Kronologi penggeledahan dan bantahan aparat

Menurut Kompas, video yang beredar pada Kamis dini hari, 9 Juli 2026, memperlihatkan puluhan pria berambut cepak dan berseragam loreng mendatangi Markas Polda Metro Jaya, sebagian membawa senjata laras panjang, dengan dugaan hendak menjemput paksa saksi yang sedang diperiksa. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas membantah tudingan itu dan menegaskan tidak ada personel Badan Intelijen Strategis TNI yang datang.

Pada pagi harinya, pengamanan di Polda Metro Jaya justru diperketat, termasuk penutupan sejumlah akses jalan. Sehari sebelumnya, 8 Juli, tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 sampai 13 lokasi di Jakarta dan Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN, dugaan korupsi PT Asabri dan Jiwasraya, serta dugaan pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS ke PT KNI.

Dari sebuah kafe di Cipete, aparat kepolisian menyita uang sekitar Rp67 miliar. Dari sebuah rumah di Sentul, Bogor, disita brankas berisi 74 kilogram emas batangan dan valas senilai Rp476 miliar.

Dampak pada kepercayaan publik dan akuntabilitas kasus

Bersamaan dengan rangkaian penggeledahan itu, puluhan prajurit TNI bersenjata lengkap berjaga di rumah dinas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah di Kramat Pela. TNI menyatakan pengamanan tersebut merupakan permintaan resmi Kejaksaan Agung dan tidak berkaitan dengan penggeledahan.

Direktur Eksekutif Setara Institute, Hendardi, memperingatkan bahwa bila benar ada upaya melindungi pihak yang diduga terlibat korupsi, tindakan itu bukan sekadar intervensi hukum, melainkan penggunaan institusi pertahanan negara sebagai tameng kepentingan koruptor. Ia juga menilai kejelasan hukum menjadi korban pertama ketika kepentingan politik dan intelijen ikut mencampuri proses penegakan hukum.

Pada Jumat, 10 Juli, Febrie mengakui rumah di Sentul adalah miliknya dan menyatakan uang di dalamnya dapat dipertanggungjawabkan karena ada pemiliknya. Belakangan, rumah tersebut disebut tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkannya ke KPK pada 7 Maret 2026, sementara isi salah satu brankas di lokasi itu disebut jauh melampaui total kekayaan yang pernah dilaporkan secara resmi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyitaan aset Rp 543 miliar dari penggeledahan 13 lokasi, kami mengulas rincian barang bukti yang diamankan Polda Metro Jaya, termasuk uang tunai berbagai mata uang dan emas batangan 74 kilogram. Kami juga menyoroti sebaran titik penggeledahan di Jakarta, Tangerang, dan Bogor yang terkait perkara dugaan korupsi dan TPPU (antara lain batu bara PLN hingga PT CBS-KNI), serta fakta bahwa saat itu belum ada tersangka yang diumumkan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.