DPR desak penelusuran aset eks Jampidsus dalam tiga perkara korupsi

DPR desak penelusuran aset eks Jampidsus dalam tiga perkara korupsi
DPR soroti aset eks Jampidsus

Dorongan politik terhadap pengusutan dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menguat seiring penyitaan uang tunai dan emas dari sejumlah lokasi penggeledahan. Desakan itu mencakup penelusuran seluruh aset yang diduga terkait hasil kejahatan dalam perkara batu bara PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Sorotan

  • Komisi III DPR mendesak Polri menelusuri seluruh aset tersangka Febrie Adriansyah terkait tiga kasus korupsi, termasuk batu bara PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
  • Penyidik telah menyita Rp 476 miliar dan emas 74 kilogram dari rumah Febrie serta Rp 67 miliar dalam bentuk dollar U.S. dan Singapura dari lokasi lain.
  • Selisih signifikan antara LHKPN Febrie senilai Rp 18,2 miliar dan aset yang disita meningkatkan desakan transparansi aset pejabat dan penguatan pengawasan hukum.

Desakan DPR dan perkembangan penyidikan

Seperti diberitakan Kompas.com, Fraksi Partai Golkar di Komisi III DPR meminta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri tidak hanya mengusut tuntas dugaan korupsi tata kelola batu bara yang menjerat Febrie Adriansyah, tetapi juga mengejar seluruh aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Dalam rapat Komisi III DPR pada Sabtu, 11 Juli 2026, Ketua Kelompok Fraksi Partai Golkar Komisi III DPR Rikwanto mengatakan informasi mengenai dugaan lokasi persembunyian harta yang tidak jelas asal-usulnya perlu diungkap dalam proses penyidikan.

Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga perkara, yakni dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan batu bara PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel. Dalam penanganan perkara itu, polisi telah menggeledah 13 lokasi, termasuk rumah Febrie di Sentul, Kabupaten Bogor.

Dari rumah tersebut, polisi menyita uang senilai Rp 476 miliar serta emas seberat 74 kilogram. Di lokasi lain, yakni restoran dan money changer di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, polisi juga menyita uang Rp 67 miliar dalam pecahan dollar U.S. dan Singapura.

Fraksi Golkar juga menyatakan dukungan terhadap pembentukan panitia kerja Komisi III DPR untuk mengawal penanganan kasus dugaan korupsi batu bara. Dukungan itu disampaikan sebagai bagian dari pengawasan politik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Sorotan pada profil kekayaan dan dampak tata kelola

Perhatian terhadap penelusuran aset juga mengarah pada laporan harta kekayaan penyelenggara negara milik Febrie. Dalam LHKPN yang disampaikannya pada 27 Februari 2025, total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp 18,2 miliar, dengan porsi terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp 14,82 miliar.

Ia melaporkan kepemilikan lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Tangerang Selatan, Bandung, dan Jakarta Selatan. Aset properti dengan nilai tertinggi berupa rumah di atas tanah seluas 638 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp 10,82 miliar.

Perbedaan antara nilai kekayaan yang dilaporkan dan besaran aset yang telah disita dalam penyidikan menambah tekanan agar aparat menelusuri asal-usul harta secara menyeluruh. Bagi sektor penegakan hukum di Indonesia, perkembangan kasus ini menjadi ujian bagi pengawasan internal, transparansi aset pejabat, dan kredibilitas penanganan perkara korupsi besar.

Dalam artikel kami sebelumnya, Komisi III DPR membentuk panitia kerja (panja) khusus untuk mengawasi penanganan dugaan korupsi tata kelola batu bara setelah penyidik menetapkan tiga tersangka. Kami juga menyoroti tujuan pengawasan tersebut, yakni memastikan proses hukum berjalan sesuai koridor aturan, melindungi hak para pihak, serta mencegah friksi antarlembaga penegak hukum di tengah sorotan publik terhadap penggeledahan dan temuan aset bernilai besar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.