OJK mencatat jumlah fintech lending bertunggak tinggi menurun per Mei 2026

OJK mencatat jumlah fintech lending bertunggak tinggi menurun per Mei 2026
Fintech lending membaik

Tekanan kredit bermasalah di industri fintech lending menunjukkan perbaikan pada Mei 2026 seiring berkurangnya jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas ambang 5%. Perubahan ini terjadi saat rasio TWP90 industri turun dibandingkan April 2026, meski posisinya masih lebih tinggi daripada Mei 2025.

Sorotan

  • OJK melaporkan jumlah fintech lending dengan TWP90 di atas 5% turun menjadi 18 per Mei 2026 dari 19 pada April 2026.
  • Rasio TWP90 industri fintech lending membaik ke 4,42% per Mei 2026 dari 4,62% pada April 2026 menurut OJK.
  • Meski terjadi perbaikan bulanan, TWP90 industri per Mei 2026 tetap lebih tinggi dari Mei 2025 yang sebesar 3,19%.

Perbaikan rasio TWP90 pada Mei 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan mencatat ada 18 penyelenggara fintech peer to peer lending yang memiliki tingkat wanprestasi 90 hari, atau TWP90, di atas 5% per Mei 2026. Angka itu berkurang satu penyelenggara dibandingkan April 2026, ketika OJK mencatat 19 fintech lending berada di atas ambang tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan perubahan jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas 5% dipengaruhi kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar borrower. Ia menekankan industri fintech lending perlu memperkuat manajemen risiko, credit scoring berbasis data, penagihan, dan prinsip kehati-hatian untuk menekan rasio tersebut.

Agusman juga menyatakan upaya hapus buku dapat dilakukan oleh fintech lending untuk memperbaiki TWP90, sepanjang langkah itu memperoleh persetujuan dari pemberi dana, atau lender.

Dampak terhadap profil risiko industri

Penurunan jumlah penyelenggara dengan TWP90 tinggi berjalan searah dengan membaiknya rasio TWP90 industri fintech lending secara keseluruhan. OJK mencatat TWP90 industri per Mei 2026 sebesar 4,42%, turun dari 4,62% pada April 2026.

Meski demikian, profil risiko industri masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2025, angka TWP90 industri tercatat sebesar 3,19%, sehingga level Mei 2026 menunjukkan tekanan kualitas pembiayaan belum sepenuhnya kembali ke posisi tahun sebelumnya.

Dalam artikel kami sebelumnya, kami membahas kenaikan outstanding pembiayaan pinjaman daring di Indonesia pada Mei 2026 yang mencapai Rp103,73 triliun, naik Rp1,66 triliun dari April dan tumbuh 25,60% secara tahunan. Meski penyaluran pembiayaan meningkat, OJK mencatat TWP90 agregat justru turun ke 4,42% dari 4,62%, yang menandai perbaikan kualitas risiko di level industri.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.