ADKASI nilai kebijakan HPP gabah menopang pendapatan petani dan ketahanan pangan

ADKASI nilai kebijakan HPP gabah menopang pendapatan petani dan ketahanan pangan
HPP gabah jaga petani

Dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan harga gabah kembali menguat di tengah upaya menjaga insentif ekonomi bagi petani dan stabilitas pangan nasional. ADKASI menyebut penyerapan gabah pada Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram memberi keuntungan yang lebih baik bagi petani di berbagai daerah.

Sorotan

  • ADKASI mendukung kebijakan pemerintah menjaga HPP gabah di Rp6.500 per kilogram, menilai ini meningkatkan pendapatan petani dan ketahanan pangan nasional.
  • Reformasi tata kelola pupuk bersubsidi membuat pupuk lebih mudah diakses petani dengan harga terjangkau, berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian.
  • Minat generasi muda terhadap pertanian mulai tumbuh di berbagai daerah karena peningkatan kesejahteraan petani, sejalan dengan dorongan pengembangan komoditas strategis dan usaha peternakan.

Dukungan ADKASI atas kebijakan harga dan pupuk

Seperti disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, apresiasi itu muncul dalam pertemuan antara jajaran ADKASI dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantor pusat kementerian di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Organisasi tersebut menilai kebijakan penyerapan gabah menjadi salah satu langkah paling nyata untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberi kepastian margin bagi petani.

Ketua Umum ADKASI, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, mengatakan laporan dari berbagai daerah menunjukkan petani kini merasakan perubahan yang signifikan sejak pemerintah memperkuat kebijakan harga gabah, menyederhanakan akses pupuk bersubsidi, dan menjalankan program peningkatan produksi pertanian. Menurut dia, hasil rapat koordinasi wilayah DPRD se-Pulau Sumatera yang dihadiri 10 provinsi juga memperlihatkan respons positif terhadap kinerja sektor pertanian.

Siswanto menilai keberhasilan menjaga HPP gabah di level Rp6.500 per kilogram menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani, pelaku usaha, dan masyarakat. ADKASI juga menyebut reformasi tata kelola pupuk bersubsidi membuat pupuk lebih mudah diakses petani dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga manfaat kebijakan dinilai terasa hingga ke lapangan.

Dampak bagi minat bertani dan agenda pangan nasional

ADKASI menilai rangkaian kebijakan pemerintah mulai mengubah pandangan masyarakat terhadap sektor pertanian. Di sejumlah daerah, minat generasi muda untuk kembali bertani disebut mulai meningkat karena sektor ini dinilai semakin menjanjikan secara ekonomi.

Selain menyampaikan apresiasi, ADKASI juga membawa aspirasi daerah terkait pengembangan komoditas strategis seperti tebu, peternakan, dan kelapa sawit. Organisasi itu menilai ruang dialog antara Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah membantu penyelarasan kebijakan pusat dan kebutuhan daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sementara dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan disebut turut mendorong minat masyarakat pada usaha peternakan sebagai sumber pendapatan baru.

Menanggapi masukan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus menjaga kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk mempertahankan harga gabah yang menguntungkan, memperkuat distribusi pupuk, dan meningkatkan produksi pangan nasional. Ia menambahkan keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari peningkatan kesejahteraan petani, melalui harga jual yang menguntungkan, biaya produksi yang lebih rendah, dan akses yang lebih mudah terhadap sarana produksi.

Penurunan harga pupuk bersubsidi 20 persen dan penyederhanaan distribusinya sempat kami soroti sebagai langkah yang langsung menekan biaya produksi petani sejak Juni 2026. Dalam laporan itu, petani di sejumlah daerah menyebut harga Urea turun signifikan sehingga margin usaha membaik, sejalan dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026. Kombinasi pupuk lebih terjangkau, harga panen yang membaik, dan penyerapan oleh BULOG dinilai memperkuat sinyal peningkatan kesejahteraan petani.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.