OCBC perluas layanan transaksi valas untuk dukung ekspansi nasabah di Asia dan Timur Tengah
Di tengah kebutuhan transaksi lintas negara yang terus berkembang, PT Bank OCBC NISP Tbk menambah layanan transaksi valas bilateral dalam dirham Uni Emirat Arab, baht Thailand, dan won Korea Selatan. Penambahan ini ditujukan untuk mempercepat proses pembayaran dan penerimaan dana, sekaligus menekan biaya konversi melalui mata uang perantara bagi nasabah bisnis.
Sorotan
- OCBC menambah layanan transaksi valuta asing dalam AED, THB, dan KRW untuk mempercepat pembayaran langsung tanpa konversi perantara mulai 13 Juli 2026.
- Layanan baru pada Giro Business Smart, Giro Business Signature, Giro DHE SDA, dan Giro Multicurrency memudahkan transaksi bisnis ke Uni Emirat Arab, Thailand, dan Korea Selatan.
- Penggunaan mata uang lokal menurunkan risiko dan biaya konversi bagi pelaku usaha, sekaligus mendorong perdagangan dan ekspor Indonesia di Asia serta Timur Tengah.
Penambahan mata uang dan akses layanan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, perluasan layanan ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran maupun menerima dana langsung dalam mata uang lokal negara tujuan tanpa melalui konversi mata uang perantara. Skema tersebut diharapkan membuat transaksi lebih cepat, lebih efisien dari sisi biaya, serta menawarkan kurs yang lebih kompetitif.Head of Transaction Banking OCBC Gianto Kusno mengatakan dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026), langkah ini menjadi bagian dari upaya bank memperkuat dukungan bagi pelaku usaha Indonesia yang makin aktif bertransaksi dengan mitra luar negeri. Ia menyebut pelaku usaha kini dapat bertransaksi dari dan ke Uni Emirat Arab, Thailand, dan Korea Selatan dengan lebih nyaman dan fleksibel, baik melalui kantor cabang maupun secara digital lewat OCBC Business.
Layanan transaksi dalam AED, THB, dan KRW tersedia untuk sejumlah produk rekening bisnis OCBC, yakni Giro Business Smart, Giro Business Signature, Giro DHE SDA, serta Giro Multicurrency.
Dampak bagi nasabah bisnis dan perdagangan
Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara juga membantu pelaku usaha mengelola arus kas dengan lebih baik karena mengurangi risiko dan biaya yang timbul dari konversi mata uang perantara. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan yang memiliki eksposur dagang rutin dengan mitra di Asia dan Timur Tengah.Dengan penambahan tiga mata uang tersebut, OCBC menargetkan penguatan layanan transaksi valas bagi nasabah korporasi maupun pelaku usaha. Bank juga berharap fasilitas ini mendukung aktivitas perdagangan, ekspor, dan kerja sama bisnis Indonesia dengan negara-negara di kedua kawasan tersebut.
Kerja sama pangan Indonesia–Singapura menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya, setelah pertemuan bilateral menteri pertanian pada 29 Juni 2026 membahas peluang ekspor beras, ayam, telur, dan minyak sawit. Kami juga menyoroti lonjakan produktivitas beras Indonesia berkat transformasi sektor, termasuk riset, modernisasi, dan percepatan penerapan teknologi, yang memperkuat daya saing ekspor serta ketahanan pangan kawasan.
Berita Azerbaijan Terbaru
- Forex
- Crypto