Peringkat utang Indonesia bertahan stabil, DPR soroti ketahanan fundamental ekonomi

Peringkat utang Indonesia bertahan stabil, DPR soroti ketahanan fundamental ekonomi
Utang RI tetap stabil

Penegasan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's Global Ratings menjaga pandangan stabil terhadap profil kredit negara di tengah ketidakpastian global. Sikap itu dinilai memperkuat keyakinan bahwa prospek pertumbuhan, disiplin fiskal, dan ketahanan sektor keuangan Indonesia masih tetap terjaga.

Sorotan

  • S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dan jangka pendek di A-2 dengan outlook stabil pada 14 Juli 2026.
  • Afirmasi S&P didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi, utang pemerintah dan eksternal yang terkendali, ketahanan perbankan, serta komitmen defisit APBN di bawah 3 persen PDB.
  • Pemerintah didorong melanjutkan reformasi ekonomi dan penguatan penerimaan negara untuk memperkuat ketahanan fiskal dan peluang kenaikan peringkat di masa depan.

Penilaian S&P dan respons kebijakan fiskal

Seperti dilaporkan Kompas.com, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 14 Juli 2026, menyatakan arah kebijakan ekonomi pemerintah masih dinilai kredibel setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook stabil.

Misbakhun menilai afirmasi itu mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Ia mengatakan penilaian S&P didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi, tingkat utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif terkendali, ketahanan sektor perbankan, serta komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto.

Ia juga mendorong pemerintah terus menjaga kredibilitas APBN melalui penguatan penerimaan negara dan peningkatan kualitas belanja. Menurutnya, pengelolaan utang perlu dilakukan secara hati-hati agar ruang fiskal tetap sehat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi, sementara defisit dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan selama kualitas fiskalnya tetap dijaga.

Dampak bagi reformasi ekonomi dan stabilitas pasar

Misbakhun menilai catatan S&P mengenai tekanan fiskal dan eksternal perlu dipandang sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat kebijakan pemerintah. Tantangan seperti stabilitas nilai tukar rupiah, beban bunga utang, dan tekanan harga energi, menurut dia, perlu direspons melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan otoritas terkait.

Ia menambahkan kepercayaan dari S&P perlu dijaga dengan melanjutkan agenda reformasi ekonomi, termasuk hilirisasi, perbaikan tata kelola sumber daya alam, dan penguatan basis penerimaan negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan fiskal dan sektor eksternal Indonesia, sekaligus mendorong ekonomi nasional naik kelas di atas sekadar mempertahankan status investment grade.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang afirmasi peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings di level BBB/A-2 dengan outlook stabil, kami mengulas faktor yang menopang penilaian tersebut, mulai dari prospek pertumbuhan sekitar 5% hingga kebijakan makro yang prudent serta profil utang yang relatif terkendali. Kami juga menekankan bahwa status investment grade ini membantu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat akses pembiayaan pemerintah di tengah ketidakpastian global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.