Bulog capai 85% target pengadaan beras nasional hingga pertengahan Juli 2026
Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026, mendekati target nasional 4 juta ton. Capaian itu menunjukkan percepatan pengadaan di tengah upaya pemerintah menjaga stok pangan nasional dan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Sorotan
- Perum Bulog telah mencapai 85% target pengadaan beras nasional hingga pertengahan Juli 2026, menurut Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani.
- Lima wilayah—Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali—telah melampaui 100% target pengadaan, dengan Jawa Timur menyumbang sekitar 887 ribu ton beras.
- Bulog terus menyerap gabah dan beras dari sentra produksi di seluruh Indonesia, mengoptimalkan jaringan dan kolaborasi untuk maksimalisasi penyerapan hingga target nasional tercapai.
Perkembangan pengadaan di berbagai wilayah
Menurut Okezone, dalam keterangan resmi Perum Bulog, Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan realisasi penyerapan tersebut sudah mencapai sekitar 85% dari target nasional. Ia menyebut lima wilayah kerja Bulog telah melampaui 100% target pengadaan, yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali.Di antara seluruh wilayah itu, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan sekitar 887 ribu ton setara beras. Rizal menilai capaian tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam memberi kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.
Dampak terhadap stok pangan dan petani
Meski sejumlah wilayah telah memenuhi target, Bulog menegaskan penyerapan gabah dan beras petani masih terus dilakukan di berbagai sentra produksi. Perusahaan menyatakan akan terus mengoptimalkan jaringan pengadaan, kesiapan gudang, sarana pengolahan, serta memperkuat kolaborasi dengan para mitra hingga target nasional tercapai.Rizal mengatakan capaian saat ini bukan garis akhir dan seluruh jajaran Bulog terus bergerak untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Menurut dia, setiap ton beras yang diserap menjadi investasi bagi ketahanan pangan nasional sekaligus jaminan bagi kesejahteraan petani.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyaluran bantuan pangan beras dan progres program SPHP 2026, pemerintah menargetkan distribusi beras 10 kg selama Juli–September 2026 kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Kami juga mencatat realisasi SPHP telah melampaui 55% dari target 828 ribu ton, yang diposisikan sebagai instrumen untuk menahan tekanan harga beras dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
- Forex
- Crypto