Adira Finance waspadai kenaikan NPF di tengah tekanan ekonomi 2026
Di tengah ketidakpastian ekonomi pada 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencermati sejumlah risiko yang dapat mendorong kenaikan non performing financing atau NPF tahun ini. Perusahaan menilai daya beli masyarakat, pergerakan suku bunga, kondisi industri otomotif, serta dinamika PHK dapat memengaruhi kemampuan bayar konsumen dan permintaan pembiayaan.
Sorotan
- Adira Finance mencatat NPF sebesar 1,8% per Juni 2026, membaik dari 1,9% di Maret 2026 meski tekanan ekonomi berlangsung.
- Perseroan memantau risiko seperti daya beli, suku bunga, PHK, dan ketidakpastian ekonomi yang bisa menekan permintaan serta kualitas portofolio.
- Adira Finance memastikan penyaluran pembiayaan tetap selektif dan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset di tengah tekanan industri.
Faktor risiko dan respons pembiayaan
Seperti diberitakan KONTAN, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai perseroan. Ia menambahkan, perusahaan juga memantau daya beli masyarakat, pergerakan suku bunga, dan perkembangan industri otomotif.Menurut Gani, dinamika pemutusan hubungan kerja dan ketidakpastian ekonomi turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pendapatan serta kemampuan membayar sebagian konsumen. Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut berpotensi menekan permintaan pembiayaan dan kualitas portofolio.
Untuk merespons risiko itu, Adira Finance tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektivitas dalam penyaluran pembiayaan. Perseroan juga terus memantau perkembangan kondisi konsumen dan melakukan penyesuaian strategi pembiayaan secara terukur untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat dan terkendali.
Perbaikan kualitas aset dan dampak industri
Per Juni 2026, Adira Finance mencatat NPF sebesar 1,8%. Angka itu membaik dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar 1,9%.Pergerakan NPF menjadi indikator penting bagi industri multifinance karena mencerminkan kualitas aset pembiayaan di tengah perubahan kondisi ekonomi dan pasar otomotif. Sikap selektif dalam penyaluran pembiayaan dapat membantu menjaga stabilitas portofolio ketika tekanan terhadap pendapatan rumah tangga dan permintaan kredit masih menjadi perhatian.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan NPF industri multifinance hingga Mei 2026, kami menyoroti memburuknya rasio NPF gross menjadi 3,06% dari 2,89% seiring melemahnya daya beli dan tekanan ekonomi. Kami juga mengulas bagaimana pelaku industri meresponsnya dengan memperketat penyaluran pembiayaan, memperkuat analisis kredit, serta meningkatkan pemantauan portofolio untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali.
- Forex
- Crypto