Blok Masela alokasikan 60 persen gas untuk pasar domestik, ekspor dibatasi 40 persen
Proyek LNG Abadi Masela diarahkan untuk memasok kebutuhan energi dan bahan baku industri di dalam negeri ketika produksi dimulai pada 2029. Skema alokasi awal menempatkan mayoritas pasokan gas untuk konsumen domestik, termasuk industri pupuk, kelistrikan, dan pengguna lokal di Maluku.
Sorotan
- Proyek LNG Abadi Masela akan mengalokasikan 60 persen gas untuk kebutuhan domestik dan membatasi ekspor maksimal 40 persen, tergantung hasil negosiasi.
- Blok Masela menargetkan kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG dan hasil gas 1.200 MMSCFD, dengan produksi komersial dimulai pada 2029.
- Pasokan gas domestik akan dialirkan ke PT Pupuk Indonesia, PT PGN, PT PLN, serta perusahaan swasta untuk mendukung hilirisasi dan ekonomi lokal di Maluku.
Rencana pasokan gas dan jadwal produksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan 60 persen gas dari proyek LNG Abadi Masela disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sementara maksimal 40 persen dapat diekspor, dengan komposisi akhir masih mengikuti perkembangan negosiasi.Bahlil menyebut kapasitas produksi Blok Masela mencapai sekitar 9,5 juta ton LNG. Ia mengatakan produksi dari proyek tersebut akan dimulai pada 2029, dengan perencanaan hasil gas sebesar 1.200 MMSCFD.
Menurut dia, porsi domestik akan disalurkan antara lain kepada PT Pupuk Indonesia untuk pembangunan pabrik pupuk, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT PLN (Persero), serta pelaku usaha lokal yang membutuhkan gas.
Dampak bagi hilirisasi dan ekonomi daerah
Pasokan gas untuk pasar domestik disebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi berbagai industri strategis nasional. Salah satu penggunaan utamanya adalah untuk mendukung pengembangan hilirisasi pupuk dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.Bahlil juga mengatakan alokasi tersebut mencakup kebutuhan sejumlah perusahaan swasta. Menurut dia, langkah itu ditujukan untuk mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah, khususnya di sekitar pengembangan proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang groundbreaking proyek LNG Abadi Masela, kami mengulas jadwal peletakan batu pertama pada 16 Juli 2026 sebagai penanda masuknya proyek yang dikembangkan sejak kontrak 1998 ke tahap konstruksi. Kami juga menyoroti skala investasinya, target kapasitas produksi, serta potensi dampaknya bagi penguatan pasokan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Tanimbar melalui penyerapan tenaga kerja serta peluang usaha lokal.
Berita Natural Gas Terbaru
- Forex
- Crypto