Indonesia catat realisasi investasi Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026
Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, setara 49,5 persen dari target nasional tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun. Capaian itu menunjukkan arus modal tetap bergerak di tengah tantangan geopolitik dan geografi global, sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 1.448.862 orang.
Sorotan
- Indonesia mencatat realisasi investasi Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026, dengan penyerapan tenaga kerja naik 15 persen menjadi 1.448.862 orang.
- Distribusi investasi antara penanaman modal dalam negeri dan asing hampir seimbang, dengan PMDN Rp 502,9 triliun dan PMA Rp 507,6 triliun; investasi di luar Jawa sedikit unggul Rp 507,8 triliun.
- Singapura memimpin sebagai investor terbesar semester I 2026 dengan 8,8 miliar dolar U.S., diikuti Hong Kong 7,6 miliar dolar U.S., dan sektor terbesar adalah industri logam dasar Rp 150,4 triliun.
Rincian capaian investasi semester pertama
Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan angka tersebut kepada Presiden Prabowo di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 16 Juli 2026. Setelah memberikan laporan, Rosan mengatakan komitmen investor untuk menanamkan modal langsung di Indonesia masih sejalan dengan target investasi 2026 yang ditetapkan pemerintah.Rosan menyatakan tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tercermin dalam penciptaan lapangan kerja. Sepanjang semester I 2026, investasi yang terealisasi menyerap 1.448.862 tenaga kerja, naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Komposisi penanaman modal juga relatif berimbang antara penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing. PMDN tercatat Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp 507,6 triliun; dari sisi wilayah, investasi di Jawa mencapai Rp 502,8 triliun dan luar Jawa Rp 507,8 triliun.
Sebaran daerah, sektor, dan asal investor
Untuk gabungan PMA dan PMDN, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan porsi 17,2 persen, disusul Jawa Barat dengan Rp 138,1 triliun, Jawa Timur Rp 72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp 68,7 triliun, dan Banten Rp 66,3 triliun. Khusus investasi asing, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau menjadi tujuan utama, terutama ditopang investasi sektor mineral.Lima subsektor dengan realisasi terbesar pada semester I 2026 dipimpin industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya senilai Rp 150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi. Sektor jasa lainnya, yang banyak ditopang pusat data, mencapai sekitar Rp 114 triliun atau 11,3 persen, diikuti pertambangan Rp 105 triliun, lalu transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sekitar 10,2 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 85,5 triliun atau 8,5 persen.
Berdasarkan negara asal investor, Singapura masih menjadi investor terbesar pada semester I 2026 dengan nilai 8,8 miliar dolar U.S. Hong Kong menyusul dengan 7,6 miliar dolar U.S., kemudian Tiongkok 3,9 miliar dolar U.S., Jepang 1,9 miliar dolar U.S., dan U.S. 1,7 miliar dolar U.S. Rosan juga mengatakan posisi pada kuartal kedua bergeser, dengan Hong Kong menjadi investor terbesar secara triwulanan, tetapi secara keseluruhan semester pertama tetap dipimpin Singapura.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang realisasi investasi Indonesia semester I-2026, kami mencatat capaian Rp1.010,6 triliun atau 49,5% dari target tahunan, dengan PMA sedikit lebih besar daripada PMDN dan pertumbuhan 7,2% secara tahunan. Kami juga merangkum sektor serta wilayah penyumbang utama, termasuk dominasi industri logam dasar, kontribusi jasa berbasis data center, serta sebaran investasi yang relatif berimbang antara Jawa dan luar Jawa.
- Forex
- Crypto