Saham bank besar pimpin penguatan di Jakarta saat dana asing masuk
Saham perbankan berkapitalisasi besar menguat signifikan pada perdagangan Jumat (17/7) di tengah tekanan terhadap IHSG. Arus dana investor asing ke saham-saham bank utama menopang kenaikan itu, didukung ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih kondusif dan fundamental perbankan domestik yang tetap solid.
Sorotan
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,02% ke Rp 6.475, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3,94% ke Rp 4.480 per saham, memimpin penguatan bank besar.
- Investor asing mencatat beli bersih Rp 698,29 miliar pada BBCA, Rp 374,84 miliar pada BMRI, dan Rp 267,6 miliar pada BBRI di tengah volatilitas.
- Prospek suku bunga global yang lebih kondusif dan arus dana asing menguatkan saham bank besar sebagai penopang utama pasar Indonesia akhir pekan lalu.
Aliran dana asing dorong saham bank
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, penguatan sektor perbankan dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 4,02% ke Rp 6.475 per saham, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat 3,94% ke Rp 4.480 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga meningkat 3,85%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,29%.Sejalan dengan kenaikan harga saham, investor asing tercatat membukukan beli bersih Rp 698,29 miliar pada BBCA, Rp 374,84 miliar pada BMRI, serta Rp 267,6 miliar pada BBRI. Pergerakan itu menunjukkan minat investor luar negeri kembali terfokus pada emiten bank besar di tengah volatilitas pasar saham domestik.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penguatan saham perbankan lebih dipengaruhi perbaikan sentimen pasar dan masuknya arus dana asing, bukan oleh informasi atau aksi korporasi tertentu dari masing-masing emiten. Menurut dia, ekspektasi bahwa The Fed tidak akan mengambil kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari perkiraan pasar ikut memperkuat minat terhadap aset berisiko.
Dampak sentimen global ke pasar domestik
Data ekonomi U.S. yang dirilis belakangan, menurut Nafan, memperkuat pandangan bahwa arah kebijakan moneter global menjadi lebih bersahabat bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi itu meningkatkan daya tarik saham-saham perbankan besar yang selama ini menjadi pilihan utama investor asing karena likuiditas dan fundamentalnya.Dengan kombinasi arus dana asing yang kembali masuk, prospek suku bunga global yang lebih kondusif, dan kondisi industri perbankan domestik yang masih kuat, saham bank besar menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar pada akhir pekan lalu. Pergerakan BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI juga menegaskan peran sektor keuangan sebagai motor utama sentimen di Bursa Efek Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham bank-bank besar di akhir pekan, kami mencatat BBCA, BMRI, BBRI, BBNI hingga BBTN kompak menguat setelah pasar kembali menyukai aset berisiko. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan kombinasi sentimen makro dan net foreign buy, seiring data ekonomi AS yang menguatkan ekspektasi The Fed tidak akan memperketat suku bunga lebih agresif sehingga minat investor asing kembali mengalir ke sektor perbankan.
Berita Magyar Nemzeti Bank Terbaru
- Forex
- Crypto