Asuransi Asei andalkan asuransi perdagangan untuk dorong premi di 2026

Asuransi Asei andalkan asuransi perdagangan untuk dorong premi di 2026
Asei kejar premi 2026

Di tengah tekanan yang masih membayangi industri asuransi umum, PT Asuransi Asei Indonesia masih menjadikan perlindungan transaksi dagang sebagai motor utama pertumbuhan premi. Hingga Mei 2026, premi bruto perseroan mencapai Rp477,85 miliar, didukung perbaikan kualitas bisnis, underwriting yang lebih selektif, dan penyesuaian harga berbasis risiko.

Sorotan

  • Premi Asuransi Asei hingga 2026 masih didominasi asuransi perdagangan, didukung asuransi kredit, marine cargo, properti, konstruksi, dan suretyship.
  • Strategi utama Asei meliputi underwriting selektif berbasis risk-based pricing, perluasan portofolio korporasi berkualitas, serta digitalisasi underwriting dan analitik data.
  • Data OJK per Mei 2026 menunjukkan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 5,03% menjadi Rp62,76 triliun, namun Asei mengalami pertumbuhan di tengah pasar tertekan.

Pendorong premi dan strategi pertumbuhan

KONTAN melaporkan, kontributor terbesar premi Asuransi Asei masih berasal dari asuransi perdagangan atau trade credit insurance, yang melindungi transaksi dagang domestik maupun ekspor. Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan lini inti lain yang ikut menopang premi mencakup asuransi kredit, marine cargo seiring pertumbuhan perdagangan internasional Indonesia, asuransi properti dan konstruksi untuk sektor korporasi, serta suretyship yang mendukung proyek pemerintah dan swasta.

Dody menyatakan capaian premi tersebut tidak semata didorong perburuan volume, melainkan oleh perbaikan kualitas bisnis. Menurut dia, strategi underwriting yang lebih selektif, penyesuaian pricing terhadap risiko, serta fokus pada portofolio dengan profitabilitas berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif, meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

Untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir 2026, perusahaan memperkuat bisnis inti pada perdagangan domestik dan ekspor, menerapkan underwriting yang lebih disiplin berbasis risk-based pricing, dan memperbesar portofolio bisnis korporasi dengan kualitas risiko yang lebih baik. Asei juga meningkatkan sinergi dengan perbankan, BUMN, lembaga pembiayaan, dan pelaku ekspor, serta memperluas pemanfaatan digital underwriting dan analitik data guna mempercepat layanan dan meningkatkan seleksi risiko.

Tekanan industri dan ruang ekspansi

Peluang pertumbuhan Asei juga ditopang meningkatnya kebutuhan manajemen risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, dan dinamika geopolitik. Dody menilai pelaku usaha kini semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi, sementara ruang pertumbuhan dapat semakin terbuka jika aktivitas ekspor nasional meningkat, investasi kembali bergairah, dan proyek strategis pemerintah berjalan sesuai rencana.

Namun, kondisi industri asuransi umum secara keseluruhan masih menantang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan hingga Mei 2026, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi sekitar 5,03% secara tahunan menjadi Rp62,76 triliun, sehingga pertumbuhan Asei menonjol di tengah pasar yang masih tertekan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang ekspansi kredit korporasi PT Bank KB Indonesia Tbk, kami mengulas strategi diversifikasi portofolio pembiayaan dengan mengurangi ketergantungan pada debitur yang berkaitan dengan Korea Selatan. Kami juga menyoroti dorongan pembiayaan berbasis ekosistem agar penyaluran kredit lebih terukur dan kualitas aset terjaga untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.