BTN targetkan peluncuran paylater untuk memperkuat layanan digital tahun ini
PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan layanan paylater dapat hadir pada tahun ini sebagai bagian dari penguatan portofolio produk digitalnya. Perseroan masih merampungkan pengembangan sistem, model bisnis, dan proses perizinan sebelum layanan itu dipasarkan dan diintegrasikan ke aplikasi Bale by BTN.
Sorotan
- BTN menargetkan peluncuran layanan paylater tahun ini dan telah memulai proses pengembangan serta pengajuan perizinan kepada regulator.
- Belanja modal teknologi informasi BTN naik sekitar 10%–15% pada 2024 dibandingkan tahun lalu, untuk mendukung penguatan digital, AI, dan keamanan siber.
- Realisasi penyerapan capex TI BTN telah melampaui 50% per semester I 2026, dengan ekspektasi peningkatan investasi sejalan penyelesaian proyek digital.
Pengembangan produk dan investasi teknologi
KONTAN melaporkan, BTN saat ini mengembangkan layanan paylater secara bertahap sambil menyiapkan aspek bisnis, kepatuhan regulasi, dan tata kelola. Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen mengatakan perseroan mulai menjalankan pengembangan sekaligus mengajukan perizinan, dengan target produk tersebut hadir pada tahun ini.Skema paylater yang disiapkan akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing segmen nasabah. BTN masih mematangkan model bisnis dan use case yang akan diterapkan, termasuk penentuan profil nasabah yang dinilai layak menerima fasilitas tersebut.
Ke depan, layanan paylater akan masuk ke Bale by BTN, yang tetap diposisikan sebagai super apps utama perseroan. Aplikasi itu menjadi gerbang bagi berbagai layanan digital BTN, termasuk produk baru yang sedang disiapkan.
Untuk menopang pengembangan tersebut, BTN meningkatkan belanja modal teknologi informasi sekitar 10% hingga 15% pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Tambahan investasi itu dialokasikan bukan hanya untuk layanan digital, tetapi juga untuk penguatan infrastruktur teknologi, jaringan, lisensi, pengembangan artificial intelligence, dan keamanan siber.
Dampak bagi strategi digital dan keamanan transaksi
Hingga semester I 2026, realisasi penyerapan capex teknologi informasi BTN telah melampaui 50% dari target tahun ini. Perseroan memperkirakan penyerapan investasi meningkat pada paruh kedua tahun ini seiring penyelesaian sejumlah proyek pengembangan teknologi.Sejalan dengan ekspansi layanan digital, BTN juga memperkuat sistem keamanan transaksi dengan teknologi yang dapat mengenali pola transaksi nasabah. Sistem itu digunakan untuk memberi peringatan ketika muncul aktivitas yang tidak sesuai dengan kebiasaan pengguna.
BTN juga terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara, serta pelaku industri perbankan lainnya guna mempercepat pertukaran informasi mengenai potensi ancaman siber dan pola transaksi mencurigakan. Langkah ini menunjukkan bahwa peluncuran paylater tidak hanya ditopang pengembangan produk, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko di bisnis perbankan digital.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang keamanan sebagai penentu pilihan bank digital di Indonesia, kami mengulas temuan survei Ipsos Indonesia 2026 yang menunjukkan perlindungan data dan rasa aman kini mengalahkan insentif seperti promo, diskon, dan cashback dalam pertimbangan nasabah. Kami juga menyoroti bahwa persaingan bank digital kian bertumpu pada penguatan kepercayaan, mitigasi risiko, serta peran pengawasan OJK dan jaminan LPS untuk menjaga stabilitas industri.
Berita CAPEX Terbaru
- Forex
- Crypto